Tambah Bookmark

2

Bab 1

Author POV Sinar matahari pagi menyapa sempurna wajah cantik seorang seorang wanita. Yang sedang menikmati suara indah kicau burung kenari di pagi hari. Dua sudut bibirnya terangkat keatas, membentuk senyum manis di wajah cantiknya. Alam adalah salah satu tempatnya berbagi Keluh-kesah di hatinya. Teriakan keras seorang wanita membuatnya membuka kedua matanya dengan terpaksa. Yeolin menatap bingung pelayan Setianya sekaligus sahabat baiknya. Ya dia adalah Yeolin Shan wanita yang memiliki wajah cantik dengan sempurna, tapi begitulah hukum dunia tidak ada sempurna di dunia ini. sama seperti Yeolin yang juga tidak sempurna, walaupun dia memiliki hati yang baik dan wajah yang cantik tapi dia juga memiliki kekurangan. Ya kekurangan terdapat pada satu kakinya ya cacat. Yeolin bertambah bingung saat melihat pelayan Setianya berlari tergopoh-gopoh kearahnya. "Ada apa Hani ?" Tanya Yeolin Bingung. "Di de-kat pohon sa-na ada mayat nona" jawab Hani sambil mengatur nafasnya. "Apa ?" Tanya Yeolin bertambah bingung. "Saya tidak bohong nona." kata Hani yakin. "Baik..baik, Hani ayo kita lihat kesana." kata Yeolin lembut sambil menyeret sebelah kakinya yang cacat. "Jangan nona, bagaimana jika dia orang jahat atau pengkhianat kerajaan nona." kata Hani takut. "Walaupun dia penghianat kerajaan bukan berarti kita tidak boleh menolongnya Hani." kata Yeolin tegas membuat pelayannya tidak dapat berkata lagi. Yeolin melanjutkan langkahnya kearah yang tunjukan oleh Hani. Hampir saja dia berteriak keras saat melihat seorang pria dengan luka sayatan panjang di dadanya dengan pelan dan penuh rasa takut Yeolin berjongkok di depan pria tampan yang terluka sangat parah. Dengan perlahan dan penuh hati-hati Yeolin menggelap luka kaisar Wang Lee dengan lembut. Ya pria tampan yang di tolong Yeolin adalah raja dari dinasti Ming, Sekaligus kaisar dari kerajaan Lauhan. Tangan Yeolin sedang mengobati tiba-tiba saja di tahan oleh tangan kekar seorang pria. "Ahhh......" teriak kecil Yeolin. "Apa yang kau lakukan ?" Tanya suara berat dan seksi itu pada Yeolin yang masih gemetar ketakutan. "A-ku.." Yeolin tidak dapat menjawab pertanyaan kaisar Wang Lee yang menatapnya tajam. "Aku bertanya apa yang kau lakukan pada tubuh ku ?" Tanya kaisar Wang Lee mengulangi pertanyaannya kembali. "Aku berniat ingin mengobati luka anda." cicit Yeolin pelan sambil gemetar ketakutan. Kaisar Wang Lee melepaskan pegangan tangannya dari tangan Yeolin. "Lanjutkan!" kata kaisar Wang Lee singkat tanpa menghilangkan nada dinginnya. Yeolin mengaggukan kepalanya sambil melanjutkan mengobati luka kaisar Wang Lee yang hanya diam menatapnya. "Sudah selesai tuan." kata Yeolin pelan. Kaisar Wang Lee menganggukan kepalanya pelan tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau pun hanya sekedar terima kasih. Yeolin berniat berdiri dari jongkoknya saat tangan kekar kaisar Wang Lee menarik cepat tangannya hingga membuat tubuh kecil Yeolin terjatuh di atas tubuh kekar penuh luka milik kaisar Wang Lee. "Terima kasih." bisik kaisar Wang Lee sensual di telinga Yeolin. Membuat bulu kuduk Yeolin berdiri. Yeolin berusaha bangun dari tubuh kaisar Wang Lee, tapi lagi-lagi dia harus terjatuh di atas dada bidang kaisar Wang Lee. "Tu-an�" cicit Yeolin pelan. "Hmmm�" jawab kaisar Wang Lee yang hanya berupa gumaman. "Saya ingin bangun, tuan." kata Yeolin pelan. Yeolin mengucapkan syukur berkali-kali di dalam hatinya karena kaisar Wang Lee mau melepaskan pelukannya pada tubuh kecilnya. Sedangkan pelayannya Hany ya sedari tadi menonton dengan cepat membantu Yeolin berdiri dan berjalan pelan menjauh dari kaisar Wang Lee yang masih menatap mereka atau lebih tepatnya menatap satu kaki Yeolin yang cacat. Perhatian kaisar Wang Lee teralihkan saat telinganya mendengar suara ketukan suara sepatu kuda yang sedikit keras. Jenderal Yeol turun dari kudanya dengan tubuh penuh luka, dapat di pastikan jika jenderal serta prajuritnya cukup kuwalahan menghadapi para pengkhianat kerajaannya. "Maafkan kelalaian kami yang mulia." kata jenderal Yeol sopan. Kaisar Wang Lee hanya mengaggukan kepalanya pelan tanpa berniat untuk menjawab, kaisar Wang Lee mengalihkan pandangannya lagi kearah Yeolin dan pelayannya yang masih berjalan semakin menjauh. Jenderal Yeol memanggil Tabib Hoon yang berasal dari desah kecil yang sedang mereka kunjungi. "Yang mulia, ini Tabib terkenal di sini, dia akan mengobati luka anda yang mulia." kata jenderal Yeol. "Tidak perlu, aku tidak perlu seorang tabib." kata kaisar Wang Lee yang sudah berdiri dari duduknya dan menaiki kudanya. "Yang mulia..." panggil jenderal Yeol pasrah. Dia benar-benar tidak menyangka memiliki kaisar yang sungguh keras kepala dan pasti menyebalkan. Jenderal Yeol tidak memiliki pilihan lain, selain mengikuti perintah kaisarnya. Jenderal Yeol menaiki kudanya beserta semua prajurit kerajaan Lauhan yang juga sudah menaiki kuda mereka masing-masing. Untuk mengikuti langkah kaki serta perintah dari kaisarnya.

BOOKMARK