Tambah Bookmark

3

Bab 2

Author POV. "Ikuti wanita itu!" perintah kaisar Wang Lee dingin. "Baik, yang mulia." kata jenderal Yeol patuh. Kaisar Wang Lee mengerakan kudanya mengikuti langkah kakinya wanita cantik yang sudah tulus menyelamatkannya. Dengan pelan kaisar Wang Lee mengikuti langkah kaki Yeolin, bahkan kaisar Wang Lee dapat melihat dengan jelas jika Yeolin berjalan dengan menyeret satu kakinya. Wanita itu mampu membuat kaisar Wang Lee penasaran sekaligus sangat ingin memilikinya. Kaisar Wang Lee tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, bahkan terhadap para selir di istananya. Tidak ada yang mambuat kaisar Wang Lee merasa terpuaskan terhadap tubuh dan juga pelayanan mereka. Kaisar Wang Lee hanya ingin Yeolin yang berbaring di ranjangnya dan juga mendesah di bawah kunkungan tubuhnya. Kaisar Wang Lee mengeryitkan keningnya bingung saat melihat Yeolin memasuki rumah termewah di desa kecil seperti ini. *** Yeolin berjalan di panjang desanya dengan menyeret satu kakinya yang cacat. Hany dengan setia mengikuti langkah kakinya nona mudanya. Yeolin dengan pelan terus berjalan menyusuri sepanjang sungai yang mengarah langsung ke arah rumahnya. Yeolin selalu mendapat pandangan hina dan kasihan dari para warga desa di kampungnya. Sebenarnya Yeolin bukan orang miskin di kampungnya, ayahnya adalah seorang kepala desa. "Permisi ayah, ibu Yeolin pulang." kata Yeolin riang. "Masih ingat pulang anak kurang ajar!" kata sinis wanita cantik yang berpenampilan sangat mewah dan menawan. "Iya kak, tapi yeolin pergi dulu ke sungai sebentar." kata Yeolin masih dengan senyum manisnya. "Aku tidak bertanya kau habis pergi ke mana anak cacat!" kata Mailing sebelum berjalan pergi meninggalkan Yeolin yang menatap sedih kakak. Yeolin berjalan ke meja makan dan melihat semua nasi serta lauk sudah habis tidak tersisa. Yeolin hanya mampu mengelus perutnya yang lapar. "Nona lapar, biar saya masakan untuk anda, nona." kata bibi Aling ibu Hani. "Tidak perlu bi, aku baik-baik saja kok." jawab Yeolin tersenyum. Yeolin mengambil segelas air putih sekedar hanya untuk mengisi perutnya yang lapar. Kaisar Wang Lee menghentikan langkah kaki kudanya. Sambil menatap dingin rumah kepada desa. Kepala desa kanghu beserta istri mudanya menyambut kedatangan kaisar dari negara lauhan. "Selamat datang yang mulia, silahkan masuk kerumah kami yang kecil ini." kata kepala desa kanghu sambil menunduk kepadanya dalam-dalam. "Tidak perlu, saya kesini ingin meminta putri anda untuk menjadi permaisuri kerajaan saya." kata kaisar Wang Lee membuat mailing senang. "Saya dengan senang hati menerimanya, yang mulia." kata Meiling. "Saya tidak meminta diri mu tapi saya meminta Yeolin shan, Putri kedua anda." kata kaisar Wang Lee. Membuat senyum di wajah kepada desa serta istrinya dan juga Meiling luntur, menjadi tatapan penuh kebencian. "Bawa Yeolin kehadapan ku." Perintah kaisar Wang Lee pada jenderal Yeol. Jenderal Yeol mengaggu patuh dan turun dari kudanya, jenderal Yeol memasuki rumah kepada desa dengan beberapa anak buahnya. Jenderal Yeol membongkar seisi rumah kepala desa, langkahnya berhenti saat anak buahnya menyeret seorang wanita cantik yang terlihat sebelah kakinya cacat. "LEPAS!!" Teriak Yeolin. "Maaf nona, tapi anda harus ikut kami, atau kepala kami yang menjadi taruhannya, nona. Saya mohon..." kata pengawal istana itu mengiba pada Yeolin. Membuat gadis cantik itu tidak tega. Dengan setengah hati Yeolin akhirnya mau mengikuti langkah pengawal istana itu dan juga jenderal Yeol. "Ayah, ibu....." kata Yeolin bingung saat melihat ayah, ibu serta para warga desanya menundukkan kepalanya dalam- dalam. "Bawa dia ke istana!" Perintah kaisar Wang Lee tanpa melihat kearah Yeolin. "Apa?" kata Yeolin bingung, belum sempat gadis cantik itu protes tubuh sudah di tarik oleh pria tampan yang tadi pagi sempat dia tolong. Untuk kedua kalinya Yeolin terpesona dengan dua bola mata berwarna hitam yang menatapnya tajam tapi juga tegas dan penuh wibawa di dalamnya.

BOOKMARK