Tambah Bookmark

4

Bab 3

Author POV Sepanjang perjalanan kearah kerajaan Lauhan. Yeolin hanya menunduk kepadanya dalam-dalam, sedang kaisar Wang Lee terus saja memeluk erat pinggang ramping Yeolin. Membuat gadis cantik itu sedikit risih. Sedangkan di kerajaan Lauhan. Ibu suri serta kedua selir kaisar Wang Lee menunggu di depan gerbang istana. Kaisar Wang Lee memasuki gerbang istana bersama jenderal Yeol dan beserta prajurit kerajaan lauhan. Ibu suri beserta kedua selir kaisar Wang Lee. Menyambut kedatangan kaisar dengan meriah. Ibu suri mengeryit keningnya bingung saat melihat wanita cantik bertubuh kecil yang sedang di peluk erat oleh anaknya. Selir Huen juga menatap bingung kaisar. "Selamat datang yang mulia." kata selir Huen menyambut kedatangan kaisar serta Rombongannya. "Hmm...." balas kaisar dingin seperti biasa. Kaisar turun dari atas kudanya dan langsung menarik Yeolin hingga jatuh kedalam gendongnya. Membuat gadis cantik berpakaian lesuh itu teriak tertahan. Kaisar berjalan dengan gagah kearah istana bulan yang yang hanya di tempati khusus untuk permaisuri. Sedangkan Yeolin menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang kaisar. Jenderal Yeol masih setia mengikuti langkah kaki kaisar. Kebingungan jenderal Yeol semakin besar saat melihat kaisar Wang Lee membawa masuk tubuh Yeolin yang berada di dalam gendongan. "Siapakan air hangat, pakaian dan juga perhiasan!" perintah kaisar Wang Lee otoriter seperti biasanya. "Baik yang mulia." kata para pelayan sambil menunduk kepadanya dalam-dalam. Kaisar menatap datar jenderal. Membuat jenderal Yeol mengundurkan diri. Rasa canggung saat mendominasi hati Yeolin bagaimana bisa dia berhadapan langsung dengan kaisar dari negaranya terkenal kejam dan tidak memiliki hati. Seorang pelayan datang menghampiri kaisar dan juga Yeolin membuat gadis cantik itu bisa sedikit bernafas lega. Kaisar tersenyum kecil melihat �Betapa manisnya wanita yang ada di hadapannya ini.� kata pelayan wanita itu sopan. "Hmm...." balas kaisar. Tanpa menunggu meminta ijin kaisar langsung menggakat tubuh kecil Yeolin dalam gendongan dan membawanya ke pemandian air panas. Kaisar melepaskan pakaian Yeolin dengan mudah hingga membuat gadis cantik itu berteriak kencang. "Yang mulia..." kata Yeolin malu. "Ya." jawab kaisar datar sambil terus membuka baju Yeolin. "Saya malu..." kata Yeolin pelan. Kaisar tersenyum kecil, dan membuka pakaian dengan santai di hadapan Yeolin tanpa memperdulikan wajah cantik Yeolin yang sudah memerah malu. Kaisar menjatuhkan tubuh Yeolin dengan pelan dan lembut di dalam bak mandi. Tubuh polos Yeolin yang tanpa sehelai benang pun membuat kaisar Wang Lee harus mati- matian menahan nafsunya sendiri. Kaisar membawa tubuh polos Yeolin untuk bersandar di dada bidangnya. Dada bidang dan kekar milik kaisar hampir saja membuat Yeolin melayang keatas awan. Kaisar membersihkan setiap sudut tubuh kecil Yeolin tanpa tertinggal sedikit pun. Sedangkan wanita cantik itu terus saja menundukkan kepalanya. Kaisar mengeringkan tubuh serta rambut panjang Yeolin dengan raut wajah datarnya tidak berubah sedikit pun. Menatap wajah memerah Yeolin saja sudah mampu membangunkan gairah sang kaisar. Kaisar membaringkan tubuh Yeolin dengan lembut di ranjang besar yang berada di dalam istana bulan. "Tidur!" perintah kaisar Wang Lee lembut sambil mengusap lembut rambut hitam panjang Yeolin perlakuan sederhana kaisar mampu membuat Yeolin jatuh tertidur pulas dengan cepat. Kaisar keluar dari ruang tidur Yeolin dan melihat jenderalnya Masih setia berdiri tegak di salah satu pilar utama istana bulan. "Panggil Kasim Han ke istana naga." perintah kaisar pada jenderal Yeol. "Baik yang mulia." jawab jenderal Yeol patuh. Kaisar melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam istana bulan. Dan ikut merebahkan tubuhnya di ranjang di samping Yeolin. Tangan kekar kaisar Wang Lee dengan sigap merengkuh tubuh indah Yeolin dalam dekapan erat. Memeluk tubuh kecil Yeolin mampu membuat kaisar Wang Lee tanpa sabar juga ikut memejamkan matanya dan jatuh kedalam dunia mimpi bersama Yeolin. *** Yeolin membuka matanya saat merasakan sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela di dalam kamarnya. Yeolin hampir saja berteriak kaget saat merasakan tangan kekar kaisar memeluk erat pinggang rampingnya. Yeolin hampir terpesona dengan wajah tampan tanpa cela milik kaisar. Kulit putih bersih, bulu mata lentik dengan hidung mancung dan bibir tipis merah muda dan semua di bingkai indah oleh rahang yang tegas dan tulang pipi yang tinggi. Yeolin yakin jika kaisar Wang Lee adalah seorang perempuan maka dia akan menjadi perempuan paling cantik yang pernah Yeolin lihat. Yeolin rasa dewa sedang tersenyum bahagia saat menciptakan kaisar Wang Lee. Sungguh indah tubuh serta wajah kaisar Wang Lee. Pantas saja banyak para wanita yang selalu mengatakan jika kaisar Wang Lee sangat cantik and juga tampan. "Mau Sampai kapan kamu terus melihat wajah ku?" Tanya kaisar serak khas orang yang baru bangun tidur. "Maaf yang mulia." kata Yeolin pelan. Kaisar Wang Lee tidak menjawab dan malah menenggelamkan wajahnya di celuk leher Yeolin menghirup aroma wangi tumbuh-tumbuhan dan juga buah-buahan yang bercampur sempurna di tubuh Yeolin. Yeolin berusaha mati-matian menahan teriakan agar tidak terdengar oleh penjaga di luar sana. Aroma tubuh Yeolin benar-benar mampu membuat kaisar merasa nyaman dan tenang. Hingga membuat kaisar Wang Lee tanpa sabar jatuh tertidur kembali. Yeolin terdiam kaku saat merasakan nafas hangat kaisar Wang Lee yang berhembus dengan teratur di celuk lehernya yang menandakan bahwa pemilik sudah jatuh kedalam dunia mimpi. Yeolin bahkan sangat takut hanya untuk sekedar menggeser sedikit tubuhnya. Sedangkan kaisar Wang Lee masih sama saja Possessive walaupun sudah jatuh tertidur. Seorang pelayan wanita mengetuk pintu dengan sopan, hampir saja pelayan wanita itu menjatuhkan nampan yang berisi sarapan pagi itu kelantai, saat melihat kaisar Wang Lee yang memeluk manja tubuh Yeolin. Bukan hanya pelukan manja kaisar Wang Lee yang hampir saja membuat pelayan wanita itu terkena serangan jantung tapi tubuh polos kaisar Wang Lee yang membuat kaget. Walaupun pelayan itu dapat melihat dengan jelas jika Yeolin masih mengunakan pakaian lengkap. Tapi tidak menutup kemungkinan jika kaisar Wang Lee dan Yeolin melakukan hal yang seharusnya di lakukan oleh seorang pria pada wanita jika hanya berdua saja di dalam satu atap. Tentu saja semua pelayan yang melihat adegan Yeolin dan juga kaisar Wang Lee akan kaget. Karena mereka semua tahu jika kaisar Wang Lee tidak pernah menyentuh selirnya. Bahkan kaisar Wang Lee hanya menjadikan para selirnya sebagai pajangan di dalam istana. Pajangan yang hanya mampu mempercantik tampilan luarnya saja. Tapi tidak dengan di dalamnya. Pelayan paruh baya itu menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sedangkan Yeolin mengigit bibir bawahnya. Dia benar-benar malu di lihat dengan keadaan yang mampu membuat semua orang berpikir buruk tentang. "Maaf nona." kata bibi Hun pelan. "Tidak apa-apa bibi, maaf aku tidak bisa sarapan dulu. Tubuh ku tidak bisa lepas dari dekapan yang mulia bi." kata Yeolin pelan sangat pelan hingga hanya terdengar seperti bisikan saja. Bibi Hun tersenyum menenangkan, senyum khas seorang ibu. Yang mampu membuat hati Yeolin menghangat. "Tidak apa-apa non, nanti saya kesini lagi." kata bibi hun sebelum pamit keluar dari dalam kamar Yeolin. "Iya, Bi." kata Yeolin lembut sambil tersenyum manis.

BOOKMARK