Tambah Bookmark

5

Bab 4

Author POV Sinar matahari pagi sama sekali tidak mengaggu tidur nyenyak sang kaisar Wang Lee. Pergerakan lembut dari tubuh kecil yang berada di dalam dekapannya malah menganggu tidur nyenyak kaisar Wang Lee, hingga membuat sang kaisar tanpa sabar mengeram kesal. Karena tidur nyenyaknya terganggu. Kaisar Wang Lee membuka matanya dengan terpaksa dan menatap kesal sang pelaku yang sudah berani-beraninya mengaggu tidur nyenyak. Yeolin terus saja mengerakkan tubuh kecilnya tanpa menyadari bahwa kaisar Wang Lee sudah menatap penuh minat pada Yeolin yang sedang berusaha mati-matian untuk terlepas dari dekapan hangatnya. "Apa kau sama sekali tidak bisa diam?" kata kaisar Wang Lee tiba-tiba tanpa menghilangkan nada datar dan dinginnya. Tubuh Yeolin menegang kaku mendengar nada dingin dan datar yang terdengar sangat jelas di sebelah kupingnya. Yeolin memutar kepalanya kesamping dan langsung melihat wajah tampan kaisar Wang Lee dengan tatapan datar dan dinginnya. Mata itu, mata hitam kelam yang mampu membuat membuat Yeolin gemetar ketakutan tanpa sabar saat bertatap langsung dengan mata tajam kaisar Wang Lee. "Tidak usah tegang, aku tidak akan menghukum mati diri mu hanya karena sudah berani mengaggu tidur nyenyak ku." kata kaisar Wang Lee Sambil tersenyum dingin. Bukannya merasa lega atau senang, Yeolin malah semakin gemetar ketakutan. Perkataan kaisar Wang Lee tadi seakan terdengar seperti melobi kematian di telinga Yeolin. Wanita cantik itu merutuki kebodohannya. Seharusnya dia tidak menganggu tidur nyenyak kaisar Wang Lee. Entah kenapa perasaan semakin takut dan resah. Apa lagi melihat kaisar Wang Lee yang terus saja menatap tajam wajahnya. Seakan-akan pria tampan yang sangat berkuasa itu di abat ini akan memakannya hidup-hidup. Yeolin hanya mampu berdoa semoga saja dewa segera mengeluarkannya dari tempat terkutuk yang selalu di anggap surga oleh para kaum hawa di negerinya. Kaisar Wang Lee melepaskan pelukan eratnya dari pinggang ramping Yeolin dan bangun dari ranjang besar tempat mereka tidur. Kaisar Wang Lee menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil merenggangkan sedikit tubuhnya yang kaku. Pandangan kaisar Wang Lee jatuh pada tubuh kecil Yeolin yang masih setia tidur di ranjang tanpa ada niat untuk bangun atau pun hanya sekedar membersihkan tubuhnya. Kaisar Wang Lee menepuk kedua tangannya membuat Yeolin menatap bingung kaisar Wang Lee. Empat pelayan yang sedari tadi setia berdiri di depan pintu kini masuk kedalam kamar kaisar Wang Lee dan Yeolin dengan sopan. Tidak pelayan yang masih terlihat muda menundukkan kepalanya dalam-dalam saat melihat tubuh kekar penuh otot kaisar Wang Lee yang tanpa mengunakan sehelai benang pun. "Siapkan kami sarapan pagi dan air hangat untuk mandi." Perintah kaisar Wang Lee tak terbantahkan. Semua pelayan menundukkan kepalanya sopan Sambil panik untuk keluar. Tatapan mata hitam kaisar Wang Lee kini berakhir pada tubuh kecil Yeolin yang masih bersembunyi di balik selimut tebalnya. Dua pelayan wanita muda berjalan menghampiri Yeolin dan kaisar Wang Lee yang masih setia menatap datar Yeolin. "Maaf yang mulia, air hangat sudah siap." kata pelayan wanita yang satunya takut-takut. Takut mengaggu kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee mengibaskan satu tangannya di udara, mengusir kedua pelayan wanita itu. "Sampai kapan kamu akan terus di dalam di selimut." kata kaisar Wang Lee tiba-tiba membuat Yeolin menatap bingung kaisar Wang Lee. "Ha..." Hanya itu balas Yeolin. Dia benar-benar bingung dengan apa yang kaisar Wang Lee kata padanya tadi. Kaisar Wang Lee berdecak kesal, Tanpa kata atau pun repot-repot membalas perkataan Yeolin. Kaisar Wang Lee langsung saja menggakat tubuh kecil Yeolin dalam dekapannya dan membawanya kearah pemandian air panas yang sudah di sediakan oleh para pelayan istana. Yeolin berteriak keras saat kaisar Wang Lee ingin membuka bajunya. Kaisar Wang Lee menggangkat satu alisnya sambil menatap bingung Yeolin membuat wanita cantik itu menjadi gugup dan hilang kata. "Hamba akan membukanya sendiri yang mulia." kata Yeolin takut sambil menunduk kepadanya dalam-dalam. Kaisar Wang Lee mengaggukkan kepalanya pelan sambil memundurkan sedikit badannya ke belakang. Yeolin membuka bajunya dengan tangan gemetar dan wajah super merah. Kaisar Wang Lee menatap tubuh dan wajah Yeolin penuh minat. Membuat Yeolin ingin menangis, menangis karena malu yang teramat besar. Kaisar Wang Lee melepaskan satu-satunya penutup terakhir di tubuh, yang tidak lain adalah celana panjang yang di pakainya. Yeolin memalingkan wajahnya kesamping untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya dia melihat seorang pria bertelanjang bulat di depan alias polos tanpa sehelai benang pun. Kaisar Wang Lee mendekati Yeolin dengan langkah pelan dan menggakat tubuh kecil Yeolin dengan gampang. Sedangkan Yeolin sudah terpekik kaget dan sepontan mengalungkan kedua tangannya di leher kekar kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee memasukan tubuh mereka ke dalam kolam air panas. Membuat Yeolin tanpa sadar mendesah nikmat. Karena air hangat yang langsung mengenai pori-pori kulitnya. Kaisar Wang Lee menyadarkan tubuh kecil Yeolin ke dada bidang dan penuh otot. Yeolin menerima saja semua perlakuan manis kaisar Wang Lee tanpa perotes dan melawan sama sekali. Dia belum gila karena ingin melawan kaisar Wang Lee, yang dia yakini pasti akan langsung membuatnya kehilangan kepala saat itu juga. Kaisar Wang Lee membersihkan setiap sudut tubuh Yeolin. Walaupun harus dia yakin dia sendiri juga harus menahan nafsu bejatnya yang sangat ingin memasuki Yeolin saat ini juga. Di tempat lain selir kedua kaisar Wang Lee. Selir Hubin terlihat sangat marah, hingga membanting semua barang yang berada di kediamannya. "Yang mulia, saya harap anda bisa bersikap dengan tenang. Jika kaisar Wang Lee tahu anda pasti akan langsung mendapatkan hukuman darinya." kata perdana menteri barat. Yang tidak lain adalah ayah dari selir hubin. "Bagaimana aku bisa tenang ayah, kaisar Wang Lee membawa seorang wanita masuk ke kediaman? Aku dan selir utama saja tidak pernah masuk kedalam ke kediamannya, ayah. Aku tidak terima" kata selir Hubin marah. Perdana menteri barat hanya mampu menghelai nafas pasrah melihat sikap putrinya yang sangat keras kepala. Mungkin karena dia yang terlalu memanjakan putrinya hingga membuat putrinya begitu berambisi untuk mendapatkan apa saja yang dia inginkan. "Saya beserta para perdana menteri dari darat pasti akan membantu anda yang mulia selir Hubin." kata perdana menteri barat. Membuat senyum bahagia langsung terbit dengan indah di bibir merah delimanya. "Terima kasih ayah kau memang orang yang paling bisa ku andalkan ayah." kata selir hubin sambil memeluk erat tubuh tambun ayahnya. Perdana menteri barat membalas pelukan sayang putrinya, dia rela melakukan apa saja demi putrinya sekalipun harus mengorbankan nyawa beserta kedudukan di kerajaan.

BOOKMARK