Tambah Bookmark

6

Bab 5

Author POV Kaisar Wang Lee menatap tajam para pejabat kerajaannya. Ruangan pertemuan yang sangat luas sama sekali tidak mampu mengurangi aura kekejaman yang sangat di dominasi oleh kaisar Wang Lee. Yang terlihat sedang menahan amarahnya. "Kami mohon yang mulia, tolong pikiran kembali keputusan anda yang ingin menjadi nona Yeolin menjadi permaisuri kerajaan lauhan, yang mulia." kata perdana menteri barat. Kaisar Wang Lee mengepalkan kedua tangannya erat- erat, berusaha menekan dalam-dalam sisi kejam dalam dirinya. "Kalian tidak punya hak untuk mengatur siapa yang layak menjadi permaisuri kerajaan ku, apa kau berniat menjadikan putri licik mu menjadi permaisuri, perdana menteri barat ?" Kata dan tanya kaisar Wang Lee datar. Wajah perdana menteri Ten benar-benar memerah, antara marah dan malu. Sedangkan sisi kejam dan jiwa terdalam kaisar Wang Lee tersenyum puas membuat semua perdana menteri bungkam tanpa kata. Kaisar Wang Lee berdiri dari singgasana, Sedangkan perdana menteri barat masih terdiam. Kaisar Wang Lee berjalan dengan cepat kearah istana bulan, tempat Yeolin berada. Langkah tegap dan wajah mempesona mampu membuat semua pelayan dan selir dari kerajaan lauhan menatap penuh minat pada kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan lapar wanita di sekelilingnya. Pikiran kaisar Wang Lee hanya penuh dengan wajah manis Yeolin, Yeolin adalah wanita pertama yang mampu membuat kaisar Wang Lee. Tidak dapat berpikir dengan logis, yang di tahu dia hanya ingin berada di dalam pelukan hangat serta lembut milik Yeolin. *** Sedangkan di dalam istana bulan, Yeolin tidak henti- hentinya mencari jalan keluar dari dalam istana bulan yang menurutnya sangat mirip dengan labirin di bandingkan dengan istana megah nan cantik. Kaisar Wang Lee menatap geli tingkah Yeolin yang masih tidak menyerah mencari jalan keluar dari istana bulan. Kaisar Wang Lee melihat gerak-gerik Yeolin tanpa di sadari oleh wanita cantik itu. Pandangan kaisar Wang Lee turun kearah dada sintal milik Yeolin yang entah sejak kapan mampu membangunkan hasrat seksual untuk meniduri Yeolin. Kaisar Wang Lee meneguk air liur dengan keras, semakin lama dia mengamati tubuh dan wajah Yeolin. Maka semakin besar pula hasrat seksual untuk meniduri Yeolin. Yeolin berteriak keras saat merasakan tangan kekar seorang pria memeluk erat tubuh kecil dan kurus miliknya. Tapi tidak bertahan lama saat Yeolin mendengar suara serak dan berat seorang pria yang sangat di kenalnya dan sialnya pria itu sangat berpengaruh terhadap kerajaan Lauhan serta rakyatnya. "Kau tidak tidak akan bisa pergi dari sini, sayang." kata kaisar Wang Lee dengan suara serak dan beratnya membuatnya seluruh bulu kuduk Yeolin berdiri. Bahkan sekarang kakinya sekarang sudah bergetar karena takutnya. Kaisar Wang Lee membalikan tubuh kecil Yeolin dengan lembut, membuat wanita cantik itu menghadap kearahnya. Kaisar Wang Lee meniup pelan kedua mata indah Yeolin yang tertutup kelopak matanya. Menghalangi pandangan kaisar Wang Lee untuk melihat kedua mata coklat terang indah milik wanitanya. "Buka mata mu, Yeolin!" perintah kaisar Wang Lee lembut sangat lembut hingga terdengar seperti Aluna surga. Hingga membuat Yeolin tanpa sabar membuka kedua matanya. Memperlihatkan kedua mata indahnya Yeolin yang benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terhipnotis akan keindahannya. Kaisar Wang Lee mengelus lembut pipi Yeolin dan turun ke rahang serta leher jenjang indah milik milik Yeolin. "Kau sangat indah, Yeolin. Tubuh serta wajah mu benar-benar mirip patung Dewi yang di ciptakan dengan sempurna tanpa cela." puji kaisar Wang Lee dengan tatapan datarnya. Rona merah tercetak jelas di kedua pipi putih Yeolin membuat wanita cantik itu terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Dan kaisar Wang Lee sangat suka dengan rona merah di pipi tirus Yeolin. Kaisar Wang Lee menarik lembut tubuh Yeolin untuk masuk ke dalam dekapan hangatnya. "Yang� mulia ?" Kata Yeolin pelan kebutuhan terdengar seperti bisikan. "Aku mohon jangan takut dengan ku." Kata kaisar Wang Lee dengan lembut tidak ada nada dingin atau datar dalam suaranya hanya ada nada lembut penuh dengan cinta. Yeolin menganggukan kepalanya pelan, dia sangat benar-benar nyaman saat di dalam dekapan hangat kaisar Wang Lee. Bolehkah dia mengharap lebih dari hanya sekedar pelukan. Yeolin menggelengkan kepadanya keras, dia tidak boleh merebut milik orang lain. Kaisar Wang Lee memeluk tubuh Yeolin lebih erat saat dia merasa sisi lain dalam dirinya sedang berusaha merebut tubuhnya. 'Dia bukan milik mu' geraman itu terdengar dari dalam kepalanya. Tapi kaisar Wang Lee tidak memperdulikan itu, dia hanya ingin merasakan dekapan hangat serta intim milik wanitanya. *** Perdana menteri barat terkejut saat melihat. Seisi kamar selir Hubin sekarang benar-benar terlihat berantakan. Sedangkan putrinya itu juga terlihat tidak kalah berantakannya, selir Hubin menangis di pojok kamarnya sambil menekuk kedua lutut sambil menegelamkan wajah di atas kedua sisi lututnya. Perdana menteri barat tahu betul apa yang membuat putrinya sedih. Tadi dia juga tidak dapat melakukan apa pun, semau keputusan ada di tangan kaisar Wang Lee. Perdana menteri barat hanya mampu menghibur sedikit hati putri semata wayangnya agar tidak bersedih. Perdana menteri barat menghampiri putrinya dengan langkah pelan dan tatapan sedih seorang ayah yang melihat putrinya terpuruk. Usapan lembut penuh kasih sayang perdana menteri barat lakukan pada kepala putrinya. Dia benar-benar tidak melihat putrinya di runduk kesedihan. Hatinya benar-benar terluka melihat setiap tetes airata yang meluncur mulus dari kedua pipi indah Putrinya. "Ayah akan melakukan apapun untuk mu nak, termasuk membuatnya terusir dari istana." kata perdana menteri barat, membuat selir Hubin menatap ayahnya. Tangan besar ayahnya menghapus lembut setiap tetes air mata putrinya. Usapan lembut penuh kasih sayang, yang berikan oleh seorang ayah yang terlihat sangat lemah saat menghadapi air mata putrinya. "Benar, ayah akan melakukannya untuk ku." kata selir Hubin senang. "Ya, ayah akan melakukan apa saja untuk mu, nak. Jadi jangan menangis lagi sekarang." kata perdana menteri barat. Sambil menarik lembut tubuh putrinya. Di dekap erat tubuh putrinya. Dekapan seorang ayah yang putih asal melihat putrinya bersedia hati. *** Sedangkan di kediaman kaisar Wang Lee. Semua pelayan sedang sedang berbondong-bondong melihat kaisar Wang Lee yang harus makan di suapi oleh Yeolin. Bagi mereka ini adalah hal langkah karena sebelumnya tidak pernah ada seorang selir pun yang menghuni kediaman bulan. Permaisuri menatap bingung para pelayan yang sedang mengintip dari balik cela jendela membuat rasa penasaran permaisuri tumbuh. Dengan pelan dan hati-hati permaisuri mengintip cela jenderal kediaman putra semata wayangnya. Kedua bola mata permaisuri hampir saja keluar dari kelopak matanya saat melihat putra semata wayangnya. Bertingkah sangat manja terhadap wanita yang baru saja di bawanya. "Permaisuri..." bisik kepala pelayan di kediaman permaisuri. "Kau lihat kepala pelayan Cen, putra ku benar-benar sangat manja terhadap wanita yang kemarin dia bawa." kata permaisuri kerajaan lauhan tanpa melepaskan tatapan mata dari Yeolin yang masih setia menyuapi makan siang ke pada kaisar Wang Lee. "Iya yang mulia, saya juga melihatnya." jawab kepala pelayan cem yang juga terkejut melihat sikap dingin raja bisa berubah manja dan hangat ke pada satu orang wanita. Ini benar-benar kejadian langkah, putranya yang biasanya selalu bersikap kejam dan dingin, kini berubah hanya karena satu orang wanita yang bahkan baru di kenalnya.

BOOKMARK