Tambah Bookmark

11

Bab 10

Author POV. Suara binatang dan angin malam tidak dapat membuat kaisar Wang Lee jatuh kedalam alam mimpi. Pikirannya selalu tertuju pada wanita cantik bertubuh kecil dengan satu kakinya yang cacat. Dia benar-benar merindukan Yeolin. Dan satu lagi dia tidak bisa tidur jika tidak mencium aroma tubuh Yeolin. Tapi gengsinya yang tinggi membuat kaisar Wang Lee harus berpikir ribuan kali untuk menemui calon permaisurinya sekaligus wanita yang sudah merebut hatinya sejak pertama kali menatap mata indah Yeolin. Gerakan gelisah kaisar Wang Lee ternyata menganggu tidur nyenyak selir Huen. Wanita cantik yang sedari tadi tidur di samping kaisar Wang Lee kini membuka matanya setengah terpejam. "Anda kenapa yang mulia ?" Tanya selir Huen serak khas orang bangun tidur. Kaisar Wang Lee tersentak kaget saat suara lembut selir pertamanya menggalum indah di telinga kirinya. "Apa kau terbangun karena aku ?" Bukannya menjawab pertanyaan selir Huen kaisar Wang Lee malah memberikan pertanyaan lain pada selir Huen. Kening selir Huen mengeryit bingung, saat melihat sikap kaisar Wang Lee yang terlihat aneh seharian ini. Sikapnya yang biasanya dingin dan datar kini menjadi gelisah dan cemas. Benar-benar membuat selir Huen bingung. Selir Huen mengaggukan sedikit kepalanya menjawab pertanyaan yang kaisar Wang Lee lontarkan padanya tadi. "Apa yang sebenarnya membuatnya anda gelisah di malam hari ini yang mulia ?" Selir Huen bertanya kembali pada kaisar Wang Lee saat dia tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya yang pertama. "Entah aku hanya tidak dapat tidur, mau kah kau menemani ku bermain catur ?" Tanya kaisar Wang Lee. "Tentu jika itu keinginan anda, yang mulia." jawab selir huen tanpa melepaskan pandangan bingungnya dari kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee turun dari ranjang dan berjalan kearah sudut kamar mengambil papan catur yang selalu mereka mainkan saat sedang berdua. Sedangkan selir Huen sudah terbangun dari tidurnya dan duduk dengan manis di atas ranjang besar mereka. Kaisar Wang Lee mengatur setiap bidak catur dengan posisi mereka masing-masing sebelum memulai permainan mereka. Permainan semakin semakin menegang saat kaisar Wang Lee bermain dengan serius, membuat selir Huen semakin bertambah bingung terhadap kaisar Wang Lee. Karena selama dia menjadi lawan kaisar Wang Lee dalam bermain catur, tidak pernah sekalipun kaisar Wang Lee bermain dengan serius. "Apa sebenarnya yang membuat hati, yang mulia gelisah ?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir kecil selir Huen. Rasa penasaran yang sedari tadi hingga di hatinya membuat selir Huen bertanya dengan lancang kepada kaisar Wang Lee. "Tidak ada." jawab kaisar Wang Lee singkat. Jawaban singkat dari kaisar Wang Lee sama sekali tidak dapat meredam rasa penasaran selir Huen. "Saya bertanya bukan sebagai selir pertama anda yang mulia, tapi saya bertanya sebagai sahabat baik anda" perkataan selir Huen menghentikan gerakan tangannya kaisar Wang Lee yang sedang memegang anak caturnya. "Entah lah aku tidak tahu apa yang terjadi pada ku, aku begitu merindukan Yeolin." jawab kaisar Wang Lee gusar. Perkataan kaisar Wang Lee membuat senyum manis terbit dengan indah di kedua sudut bibir selir huen. "Anda mencintainya yang mulia?" Tanya selir Huen pelan. Hampir saja kaisar Wang Lee tersedak air liurnya sendiri saat mendengar perkataan selir Huen yang terdengar sangat santai tanpa beban. "Tidak, aku tidak mencintainya." balas kaisar Wang Lee dingin. Selir Huen tersenyum lebar saat mendengar bantahan kaisar Wang Lee yang terdengar sarat akan keraguan di dalam nada bicaranya. "Ya anda mencintai, temui dia yang mulia. Jika hati mu bergetar hebat saat melihat, atau bahagia hanya dapat melihat senyuman itu berarti anda sudah menaruh hati Anda pada nona Yeolin." kata selir Huen lembut. Tidak ada nada cemburu atau sedih karena suaminya mencintai orang lain. Bagaimana kaisar Wang Lee hanya Raja dan sahabat baiknya, tidak pernah sekalipun dia merasa bahwa kaisar Wang Lee adalah suaminya. Suami sahnya. "Tidak, aku tidak akan menemuinya." balas kaisar Wang Lee keras kepala. Selir Huen hanya dapat mengelenggelengkan kepalanya melihat betapa besar Ego dan harga diri kaisar Wang Lee. "Jika Anda tidak menemuinya malam ini mungkin Anda akan menyesal di kemudian hari, jangan sampai dia menjadi milik orang lain sebelum anda dapatkan memiliknya." perkataan selir Huen bagai petir yang menyambar tubuhnya di malam hari. Tidak! Yeolin adalah miliknya, dia tidak mungkin menyerahkan Yeolin pada orang lain. Tidak akan pernah sekalipun dia mati dia tidak akan pernah menyerahkan Yeolin pada orang lain. Terdengar egois memang tapi itulah cara dia mempertahankan miliknya apa yang sudah menjadi milik tidak akan pernah dia berikan pada orang lain tidak akan pernah. Selir Huen tersentak kaget saat melihat kaisar Wang Lee yang berdiri tiba-tiba dari duduknya Sambil berjalan cepat kearah pintu. Selir Huen hanya tersenyum kecil saat melihat kaisar Wang Lee menggeser pintu dengan kasar dan gelisah. Sangat terlihat dengan jelas jika kaisar Wang Lee tidak mau kehilangan Yeolin. Hanya Yeolin yang mampu meruntuhkan tembok dingin serta ego tinggi kaisar Wang Lee. Selir Huen membersihkan semua catur yang dia mainkan dengan kaisar Wang Lee tanpa menghilangkan senyum manis di bibirnya. Untuk pertama kalinya dia melihat kaisar Wang Lee yang kalang kabut hanya karena seorang wanita. *** Kaisar Wang Lee berjalan cepat kearah kediaman Yeolin. Entah kenapa, dia begitu marah saat mendengar bahwa Yeolin akan di rebut orang lain. membuatnya hatinya gelisah. Bagaimana jika Yeolin benar-benar di rebut orang lain, apa dia sanggup melihat Yeolin tersenyum manis pada pria lain, yang lebih parahnya lagi, apa dia akan sanggup kehilangan Yeolin dari pelukannya. Kaisar Wang Lee menggeleng kepalanya cepat, tidak dia tidak akan sanggup melihat atau pun kehilangan Yeolin. Walaupun dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini tapi dia tidak akan rela jika Yeolin harus bahagia dengan orang lain. Dia juga mampu membahagiakan Yeolin tanpa melepaskan wanita itu dari sisinya. *** Angin malam sama sekali tidak mengaggu Yeolin yang masih setia menatap bulan dari bawah langit. Perasaannya Begitu kosong, entah kenapa seperti ada yang hilang darinya. Dia kehilangan kehangatan dari tubuh kekar penuh otot yang selalu memeluk erat tubuh kecilnya. Yeolin melangkah pelan sambil menyeret satu kakinya yang cacat, menyusuri tiang demi tiang pondasi kediamannya. Langkah kaki Yeolin berhenti saat matanya menatap penuh kaget pria tampan yang ada di hadapannya. Mata hitam tajam itu menatap dalam kedua mata indah indah Yeolin. Ada rasa rindu dan sayang di balik tatapan tajam kaisar Wang Lee. Dengan langkah cepat, kaisar Wang Lee melangkah kearah Yeolin. merengkuh tubuh kecil Yeolin ke dalam dekapan hangatnya. Kaisar Wang Lee menegelamkan wajahnya di celuk leher Yeolin menghirup dalam-dalam aroma tubuh Yeolin yang sedari tadi dia rindukan. Hanya dengan dapat dan menghirup aroma tubuh Yeolin sudah dapat menghilangkan semua rasa cemas dan gelisah yang sedari tadi menggerogoti relung hatinya. "Aku merindukan mu." perkataan kaisar Wang Lee membuat Yeolin tersenyum bahagia di balik punggung lebar kaisar Wang Lee. Tanpa sabar kedua tangan Yeolin tanpa sabar membalas pelukan erat serta hangat kaisar Wang Lee. Perlakuan manis sarat akan kerinduan ini benar-benar membuat hati Yeolin bahagia. Entah perasaan apa yang dia, tapi yang pasti dia hanya ingin menikmati rasa bahagia ini sebentar saja. Sebelum rasa bahagia ini menghilang tanpa sebab dan terbangun seperti itu adalah mimpi indah di malam hari.

BOOKMARK