Tambah Bookmark

13

Bab 12

Author POV Gerimis di kerajaan lauhan tidak menghentikan langkah kaki tegas serta wibawa milik kaisar Wang Lee. Tangan kekar kaisar Wang Lee memegang erat tangan kecil Yeolin. Kaisar Wang Lee menepati janjinya untuk pergi berkeliling sekitar kerajaan lauhan yang luas. Tidak henti- hentinya Yeolin berdecak kagum melihat sekeliling istana lauhan yang terkenal luas serta mewah. Sedangkan para pelayan istana Lauhan masih setia mengikuti langkah kaki kaisar Wang Lee serta langkah kaki Yeolin. Tiba-tiba saja kaisar Wang Lee menghentikan langkah kakinya saat Yeolin juga menghentikan langkah kakinya. Kaisar Wang Lee memandang bingung Yeolin yang tiba-tiba saja terlihat sedih dan murung. "Ada apa Yeolin ?" Tanya kaisar Wang Lee lembut sambil melangkah mendekati Yeolin yang berada di belakangnya beberapa langkah. "Saya merindukan pelayan saya, Hani. Yang mulia." jawab Yeolin pelan sambil menunduk kepadanya dalam- dalam. Kaisar Wang Lee menggakat dagu Yeolin, hingga membuat mata indah Yeolin beradu dengan mata hitam tajam milik kaisar Wang Lee. "Aku akan membawa pelayan mu ke dalam istana nanti." kata kaisar Wang Lee lembut membuat senyum Cantik terbit dengan sempurna di sudut bibir Yeolin. "Benarkah yang mulia?" Tanya Yeolin sedikit tidak percaya dengan apa yang di kata kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menganggukkan kepalanya yakin membuat Yeolin tersenyum senang dan tanpa sabar memeluk erat tubuh kekar kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee tersenyum kecil sambil melilit kedua tangannya di pinggang kecil Yeolin. Memeluk erat tubuh Yeolin sambil menghirup aroma tubuh Yeolin. 000 Selir Hubin mendekap mulut rapat-rapat menahan isak tangisnya. Pandangan matanya tidak lepas dari kedua tangan kokoh kaisar Wang Lee yang memeluk erat tubuh Yeolin. Selir Hubin hanya mampu tersenyum sedih di sela- sela tetesan air matanya. Apa dia salah jika dia juga mengharapkan perhatian serta sikap manis yang kaisar Wang Lee berikan pada Yeolin juga dapat kaisar Wang Lee berikan untuknya. Selir Hubin menghapus kasar sisa-sisa air matanya sambil membalikkan tubuhnya kembali ke kediamannya. Awalnya dia hanya ingin menemui kaisar Wang Lee hanya sekedar untuk melepaskan rindunya. Tapi apa yang dia lihat barusan benar-benar membuat hatinya hancur hingga meninggalkan luka yang cukup dalam di hati selir hubin. Selir huen, menatap sedih selir hubin. Jika saja dia dulu tidak memaksa untuk menjadi selir kaisar Wang Lee mungkin sekarang dia tidak akan merasakan sakit karena di tolak secara tidak langsung. Selir Huen sangat tahu jika selir Hubin memendam rasa cinta terhadap kaisar Wang Lee. Selir Huen hanya mampu berdoa agar tidak pernah terjadi pertumpahan darah hanya karena ingin memperebutkan sebuah kekuasaan. Selir Huen tersenyum lebar saat melihat kaisar Wang Lee tersenyum senang, selir Huen sangat tahu, hanya Yeolin yang mampu membuat kaisar Wang Lee tersenyum dan tertawa lepas tanpa beban. Selir Huen melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti tadi. Pandangan lembut serta anggun selir Huen tidak lepas dari kaisar Wang Lee serta Yeolin yang asyik bermain tanpa menyadari kehadirannya. Selir Huen mendudukan dirinya di dekat tempat kaisar Wang Lee serta Yeolin yang sedang asyik berbicara, seakan- akan tidak mau mengaggu waktu mereka berdua. Selir Huen hanya tersenyum sambil sambil menikmati pemandangan di hadapannya. 000 Ruangan yang awalnya tertata rapi dan bersih, kini sudah terlihat sangat berantakan dan tidak beraturan. Selir Hubin duduk terdiam di Sudut kamar sambil menatap kosong dinding kamarnya yang bergambar bunga tulip yang cantik. Kelakuan selir Hubin membuat semua pelayan di kediaman menatap prihatin dan serta khawatir. Deruh langkah kaki yang tergesa-gesa membuat pandangan semua pelayan di kediaman selir Hubin mengalihkan pandangannya kearah seorang pria paruh baya dengan wajah yang terlihat sangat khawatir. "Dimana Putri ku ?" Tanya perdana menteri barat dengan tidak sabaran. "Yang mulia selir Hubin ada di dalam, perdana menteri. Yang mulia Selir Hubin tidak mengijinkan kami untuk masuk, Perdana menteri" kata kepala pelayan Chun. Perdana menteri barat langsung masuk kedalam kamar selir hubin tanpa menjawab perkataan dari kepala pelayan Chun. Sedangkan para pelayan di kediaman selir Hubin dengan tergesa-gesa mengikuti langkah kaki perdana menteri masuk kedalam kamar selir Hubin. Perdana menteri barat menghentikan langkah kakinya saat mata pria paruh baya itu menatap selir Hubin yang terlihat sangat kacau. Dengan cepat Perdana menteri barat melangkah mendekati putri semata wayangnya yang terlihat sangat terpuruk. "Nak�" panggil lirih sarat akan rasa sakit. Ayah mana yang tidak sakit hatinya saat melihat anak semata wayangnya terlihat sangat menderita. Bertahun-tahun dia mengabdi kepada kerajaan lauhan. Tapi apa yang dia dapat, penderitaan bagi putrinya. Dengan penuh kasih sayang perdana menteri barat merengkuh tubuh kecil putrinya. Menghapus setiap jejak- jejak air mata di sekitar pipi mulus putrinya. "Aku ingin yang mulia, ayah. Aku ingin memilikinya." kata selir Hubin getir. "Iya ayah akan membuat mu dapat memiliki, yang mulia." balas perdana menteri barat tegas. Ya sudah di putuskan oleh perdana menteri barat, bahwa dia akan membuat kaisar Wang Lee menjadi milik putrinya. Hanya putrinya saja, bukan hanya kaisar Wang Lee saja yang akan di miliki putrinya tapi juga kedudukan permaisuri di kerajaan Lauhan. Dia akan membuat sejarah mengenal putrinya sebagai permaisuri sekali ibu dari putra mahkota kerajaan Lauhan. Perdana menteri akan melakukan apa saja untuk mendapatkan ambisinya serta memberikan apa yang di inginkan oleh putri semata wayangnya. 000 Mata hitam tajam itu tidak pernah mengalihkan pandangannya dari wajah cantik wanita yang sedang tertidur di depannya. Dengan lembut kaisar Wang Lee menyikirkan anak rambut yang mengganggu wajah cantik Yeolin. Setelah lelah berjalan-jalan mengelilingi seluruh istana Lauhan. Meminta untuk istirahat dan tanpa sabar sudah jatuh kedalam alam mimpi. Kaisar Wang Lee masih sangat ingat bahwa Pertama kali saat dia sabar dulu, wajah Yeolin lah yang pertama kali dia lihat. Dengan lembut serta hati-hati kaisar Wang Lee mengangkat tubuh kecil Yeolin. Membawa Yeolin-nya pergi dari taman ke kediaman istana bulan. "Buka pintunya." Perintah kaisar Wang Lee pada bibi hun. "Iya yang mulia." jawab bibi Hun sopan. Bibi hun menggeser pintu kamar Yeolin dengan cepat, mempersilahkan kaisar Wang Lee untuk masuk sambil membungkuk sedikit badannya. Kaisar Wang Lee dengan lembut dan pelan-pelan kaisar Wang Lee menurunkan tubuh Yeolin ke ranjang besar miliknya. Yeolin mendesah nikmat saat punggungnya menyentuh permukaan dingin ranjang besar miliknya. Kaisar Wang Lee menyelimut tubuh Yeolin dengan selimut tebal hingga ke batas lehernya. Kaisar Wang Lee tersenyum lebar melihat tingkah Yeolin yang terlihat sangat menggemaskan di matanya. "Selamat tidur, permaisuri ku." bisik kaisar Wang Lee lembut di telinga sebelah kanan Yeolin. Kecupan lembut kaisar Wang Lee berikan pada bibir serta kening Yeolin. Membuat Yeolin tersenyum manis dalam tidurnya. Kaisar Wang Lee menatap sebentar wajah cantik Yeolin sebelum kakinya melangkah ke luar dari dalam kamar Yeolin. "Jaga nona Yeolin, jangan bangunkan dia, sebelum dia bangun sendiri." perintah kaisar Wang Lee pada bibi Hun yang langsung di iyakan oleh wanita paruh baya itu. Kaisar Wang Lee melanjutkan langkah kakinya saat dia sudah benar-benar memastikan jika Yeolin sudah aman dan tertidur dengan nyenyak di atas ranjangnya. ............................

BOOKMARK