Tambah Bookmark

16

Bab 15

Author POV Yeolin menggerakan tubuhnya dengan susah payah. Rasanya semua tubuhnya mati rasa. Yeolin berusaha mati-matian membuka kedua matanya sambil berusaha mengingat apa yang terjadi padanya tadi malam. Sekelibet bayangan kekejam kaisar Wang Lee yang mengambil keperawanan dengan paksa berputar di dalam otak Yeolin. Yeolin menoleh kepalanya ke samping dan melihat suaminya yang sedang tertidur dengan nyenyak sambil memeluk erat tubuh kecilnya. Kaisar Wang Lee semakin merapat tubuh ke tubuh kecil Yeolin hingga mengikis jarah di antara mereka. Yeolin menggakat tangan kaisar Wang Lee dari perutnya dengan perlahan-lahan. Gerakan lembut tangan Yeolin membuat sesuatu yang sudah tertidur nyenyak kini terbangun dengan sempurna, hingga menusuk pinggang samping Yeolin. Yeolin menelan ludah sendiri dengan susah payah, dia bukan orang bodoh sehingga tidak tahu apa benda keras apa yang saat ini sedang menusuk pinggang rampingnya. Kaisar Wang Lee menggeram keras membuat Yeolin tersentak kaget, oh dewa tidak lain untuk hari ini. Tapi malam saja sudah membuatnya mati rasa. Kaisar Wang Lee benar- benar kasar dalam bercinta hingga membuat tubuh Yeolin mati rasa. "Kau membangunkannya lagi Yeolin." desis serak Kaisar Wang Lee sambil membuka kedua matanya tajam. Tubuh telanjang Yeolin semakin kaku saat kedua mata hitam tajam milik kaisar Wang Lee menatap intens tubuh polosnya Yeolin. Yeolin dapat melihat dengan jelas jika kedua mata hitam tajam pria tampan itu kini menatapnya dengan penuh gairah seksual yang tinggi. Hingga membuat Yeolin tanpa sabar ikut terhanyut dalam gairah besar itu. Yeolin merutuki dirinya yang sendiri bagaimana mungkin di balik sifat polos dan lugunya terdapat jalang rendah yang bersembunyi di tubuhnya. Mata hitam tajam milik kaisar Wang Lee tidak pelas dari tubuh polos Yeolin. Selama ini tidak pernah ada yang mampu membangkitkan gairah sampai seperti ini. Hanya Yeolin yang mampu membuat kejantanannya berdiri hanya karena menatap tubuh telanjang Yeolin. Tanpa Yeolin sadari tangan kekar kaisar Wang Lee sudah meremas lembut payudaranya, membuat suara desahan penuh kenikmatan itu meluncur dengan sempurna di bibir kecilnya. Dan kaisar Wang Lee menikmati itu. Dia menikmati wajah merah Yeolin dan desahan penuh ke erotisan yang keluar dari bibir tipis merah mungil milik Yeolin. Yeolin berteriak kecil saat dengan mudahnya kaisar Wang Lee membalikan tubuh kecil Yeolin menjadi berada di bawah tubuh kekar penuh otot miliknya. "Kita lanjutkan lagi yang tadi malam." kata kaisar Wang Lee lembut sambil mengigit kecil bibir bawah Yeolin. Wajah Yeolin memucat. Tidak...dia tidak mau apa yang terjadi tadi malam terulang lagi. Tadi malam saja kaisar Wang Lee tidak akan berhenti jika dia tidak pingsan, sekarang bagaimana lagi nanti nasib tubuhnya. "Karena tadi malam kau pingsan, maka sekarang kau harus melayani ku sampai sore nanti." kata Kaisar Wang Lee lembut tapi terdengar seperti suara kematian di telinga Yeolin. "Ku mohon jangan yang mulia." kata Yeolin lirih. Kaisar Wang Lee menyerigai kejam sambil membuka lebar-lebar kedua paha Yeolin. Memperlihatkan dengan jelas vagina Yeolin yang membengkak karena ulahnya tadi malam. Kaisar Wang Lee menegelamkan wajahnya di selakangan Yeolin, menghirup dalam-dalam aroma vagina Yeolin yang mampu membuat birahinya memuncak. Dengan lembut lidah kaisar Wang Lee menghisap dan menjilati lipatan vagina Yeolin, memberikan sensasi aneh serta nikmat untuk Yeolin. Kali ini kaisar Wang Lee tidak sekasar tadi malam, dia memperlakukan Yeolin sangat lembut dan hati-hati. Layaknya memperlakukan sebuah kaca indah yang gampang pecah, hanya karena tersengol sedikit. Perlakuan lembut serta manis kaisar Wang Lee membuat Yeolin tanpa sabar meremas rambut hitam panjang kaisar. Meningkatkan gairah seksual kaisar Wang Lee. Desah demi desah kenikmatan memenuhi seisi kamar tidur Kaisar Wang Lee yang sangat luas. Membuat siapa saja orang yang berada di luar kamar dapat mendengar dengan jelas desahan serta Teriakan kenikmatan keluar dari bibir mungil Yeolin. "AHHHH....YANG MULIA�." teriak keras sambil mengeluarkan cairan kenikmatan darinya. Kaisar Wang Lee menghisap habis semua cairan orgasme istrinya hingga tidak tersisa sedikit pun, nikmatnya layaknya seorang kehausan. Kaisar Wang Lee merangkak naik keatas tubuh kecil Yeolin dengan perlahan, tanpa melepaskan pandangannya dari kedua mata Yeolin yang tertutup rapat. "Buka mata mu, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil memposisikan kejantanannya di lubang kenikmatan milik Yeolin. Yeolin membuka matanya dengan perlahan, menatap langsung kedua mata hitam tajam kaisar Wang Lee yang sekarang menatap sangat lembut dan penuh sayang. Dengan pelan dan hati-hati kaisar Wang Lee memasukan kejantanannya kedalam liang vagina Yeolin dengan lembut. Membuat istrinya itu mendesah nikmat. Kaisar Wang Lee mengeratkan kejantanannya dengan tempo lambat, membuat Yeolin terus mendesah nikmat dalam dekapan hangat tubuh suaminya. "Ahhhh...yang mulia�" desah Yeolin. Kaisar Wang Lee menundukkan kepalanya melahap payudara sintal milik Yeolin dengan rakus. Suara decakan nikmat dari bibir tipis kaisar Wang Lee yang saat ini menghisap payudaranya dengan rakus layaknya bayi kehausan. Yeolin semakin meremas kuat rambut hitam panjang kaisar Wang Lee yang tidak henti-hentinya menghisap payudara serta sekitar leher jenjang milik Yeolin. Gerakan kejantanannya kaisar Wang Lee semakin cepat dan kasar membuat Yeolin berteriak serta mendesah kuat, kenikmatan yang di berikan kaisar Wang Lee Benar- benar mampu membutakan mata serta hasratnya. Dia benar-benar merasa seperti gundik kaisar Wang Lee. Ya walaupun dia tahu bahwa dia adalah istri kaisar Wang Lee sekali permaisuri kerajaan lauhan. Kaisar Wang Lee menekan dalam-dalam kejantanannya kedalam liang vagina Yeolin hingga mengenai dingin rahim Yeolin. "Ahhhh... Yeolin�" geram kaisar Wang Lee sebelum memuntahkan semua spermanya memenuhi rahim Yeolin. Tubuh kekar kaisar Wang Lee terjatuh di atas tubuh Yeolin, nafas tidak beraturan milik kaisar Wang Lee menerpa halus permukaan leher jenjang Yeolin. Berat tubuh kaisar Wang Lee membuat Yeolin kesusahan mengatur deru nafasnya sendiri. 000 Kaisar Wang Lee melangkah dengan malas kearah kediaman selir Hubin. Tadi pagi perdana menteri barat dapat menemuinya secara pribadi dan memohon pada kaisar Wang Lee untuk menjenguk putri semata wayangnya yang sakit. Bahkan kaisar Wang Lee harus meninggalkan permaisurinya dengan keadaan telanjang bulat dan tertidur karena kelelahan bercinta. Kaisar Wang Lee menggeser pintu kamar selir Hubin. Semua mata menatap kaisar Wang Lee termaksud selir Hubin yang tersenyum senang melihat kedatangan kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee melangkah mendekati ranjang yang di tempati oleh selir Hubin. "Yang mulia" kata selir Hubin serak. Kaisar Wang Lee mendudukkan dirinya di samping ranjang selir Hubin, mengelus lembut rambut hitam panjang milik selir Hubin. Kali ini tidak ada tatapan dingin atau datar yang kaisar Wang Lee tunjukkan padanya selir Hubin hanya ada tatapan lembut yang mampu membuat selir hubin semakin larut dalam cintanya. Hingga rela melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan kaisar Wang Lee, pria yang sangat dia cintai. "Kenapa kau melakukannya selir Hubin. Mengapa kau menyakiti diri mu sendiri ?" Tanya kaisar Wang Lee lembut dan penuh perhatian. Semua pelayan dan orang yang berada di sana melangkah keluar dari dalam kamar kaisar Wang Lee. Sedangkan perdana menteri barat ingin memberikan waktu untuk putrinya dan juga kaisar Wang Lee untuk berdua saja. "Hamba hanya ingin perhatian dari mu yang mulia, hamba ini juga istri anda bagaimana mungkin perhatian serta semua kasih sayang Anda hanya anda berikan untuk selir Huen dan permaisuri Yeolin" bisik selir Hubin sedih. Perkataan selirnya menikam langsung kehulu hatinya. Bagaimana bisa di bersikap tidak adil pada selirnya. Tapi hatinya menolak untuk memberikan hak yang sama seperti yang Yeolin dapat kepada selir huen dan selir hubin. Kaisar Wang Lee menghelai nafas berat sambil menatap lembut selir Hubin. "Maafkan aku selir Hubin, malam ini aku akan menemanimu sekaligus memberikan hak mu." kata kaisar Wang Lee Membuat senyum bahagia terbit dengan indah di kedua sudut bibir selir hubin. Kaisar Wang Lee membalas senyum bahagia selir Hubin dengan senyum lembutnya. Pria tampan yang berkuasa di dinasti Ming itu merebahkan tubuhnya di samping selirnya. ............................

BOOKMARK