Tambah Bookmark

17

Bab 16

Part 16 Author POV Yeolin menatap bintang di langit malam. Entah kenapa malam ini kaisar Wang Lee tidak dapat menemuinya. Sepercik rasa rindu berlabuh di hati Yeolin. Entah kenapa dia malah merindukan pria yang sudah dengan lancangnya merenggut keperawanan. Yeolin mendesah panjang, kenapa pula dia harus memikirkan kaisar berotak mesum itu lebih baik dia tidur dan menikmati mimpi indahnya. Yeolin berjalan cepat kearah ranjang besarnya merebahkan tubuh lelahnya di sana sambil menutup kedua mata indahnya. Yeolin merengerutu kesal, bagaimana bisa dia tidak dapat menutup matanya. Hanya karena bayangan wajah tampan kaisar berotak mesum itu yang selalu berputar-putar di atas kepalanya. Dengan kesal Yeolin menggakat tubuhnya kembali dari ranjang empuk nan lembut yang seharusnya mampu membuat tertidur pulas. Tapi apa ini, dia bahkan tidak mampu hanya untuk sekadar menghilangkan bayang-bayang wajah kaisar Wang Lee. Yeolin berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, bagaimana caranya agar dia dapat tertidur pulas tanpa harus di ganggu oleh bayang-bayang wajah tampan kaisar Wang Lee. Yeolin mendesah lelah, saat dia tidak dapat menghilangkan bayangan wajah kaisar Wang Lee. Dengan pasrah Yeolin membaringkan tubuhnya di ranjang sambil berusaha untuk menutup matanya. Hanya sekedar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, lelah karena terlalu banyak melayani nafsu bejat kaisar Wang Lee. 􀀁􀀁􀀁 Suara desahan kenikmatan memenuhi seisi kamar tidur selir Hubin. Tubuh telanjang kaisar Wang Lee bergerak dengan cepat di atas tubuh selir Hubin mencari kenikmatan bagi dirinya sendiri. Malam ini kaisar Wang Lee memberikan hak bagi selir Hubin untuk mendapatkan tubuhnya. Mungkin wanita cantik itu dapat mendapatkan tubuhnya tapi tidak dengan hatinya. Hatinya sudah menjadi milik orang lain milik wanita yang selama ini tidak dapat dia miliki. Gerakan kejantanannya kaisar Wang Lee semakin cepat secepat gairahnya yang melambung tinggi. "AHHHH... YANG MULIA..." teriak kenikmatan selir Hubin. Kaisar Wang Lee semakin bergerak cepat saat dia merasa ujung kejantanannya yang menegangkan dan berkedut-kedut nikmat yang menandakan bahwa kaisar Wang Lee akan memuntahkan semua spermanya. "Ahhhhhh..." geram kaisar Wang Lee sambil memuntahkan semua spermanya di dalam rahim selir Hubin. Kaisar Wang Lee merebahkan tubuhnya di samping selir Hubin sambil berusaha mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan Setelah mendapatkan pelesaannya. "Tidurlah...H" kata kaisar Wang Lee sambil merengkuh tubuh selir hubin ke dalam dekapannya. Kaisar Wang Lee mengelus lembut rambut hitam panjang selir Hubin hingga wanita itu tertidur dengan nyenyak dan tidak lupa pula dengan hati yang bahagia. 􀀁􀀁􀀁 Pria tampan itu berjalan dengan penampilan yang terlihat sangat berantakan. Melewati tiang demi tiang penjaga di sepanjang lorong istana. Kaisar Wang Lee berjalan dengan langkah tegas dan raut wajah dingin di pagi-pagi buta, bahkan matahari saja belum belum terbangun dari tidur nyenyaknya tapi pria tampan dengan seribu kekuasaan itu sudah berjalan kearah kamar Yeolin atau lebih tepatnya Kamar mereka. Kaisar Wang Lee menggeser pintu kamar Yeolin dengan pelan takut mengaggu tidur nyenyak istrinya. Senyum lebar terbit dengan sempurna di sudut bibir kaisar Wang Lee saat melihat wajah polos Yeolin saat tertidur pulas. Dengan perlahan kaisar Wang Lee berjalan kearah ranjang yang di tiduri oleh Yeolin. Dengan pelan kaisar Wang Lee ikut merebahkan tubuhnya di sambil Yeolin. Tangan kekar kaisar Wang Lee menggakat sedikit kepada istrinya menempatkan di atas lengan kekarnya dan satu tangannya lagi memeluk erat pinggang ramping Yeolin. Membawa tubuh istrinya itu kedalam dekapannya. Kaisar Wang Lee sedikit merengangkan dekapannya saat merasakan istrinya tidak bisa bernafas. Kaisar Wang Lee terus menerus menatap lembut wajah Yeolin hingga tanpa sabar sudah jatuh tertidur menyusul istrinya kealam mimpi. Yeolin menggakat tangannya saat merasakan guling yang di peluknya begitu hangat dan nyaman untuk di peluk. 􀀁􀀁􀀁 Semua orang yang berada di istana sibuk dengan menyambut kedatangan putri dari kerajaan Lauhan yang tidak lain adalah adik kandung kaisar Wang Lee. Suara kegaduhan di depan pintu kamarnya membuat kaisar Wang Lee terpaksa membuka matanya. Raja yang terkenal kejam itu kini menatap lembut wanita cantik yang masih di dalam dekapannya tanpa merasa terusik sedikit pun dengan suara berisik di depan kamarnya. Kaisar Wang Lee turun dengan perlahan dari ranjang sambil mengikat tali ikat pinggang di jubah kebesarannya kembali. Kaisar Wang Lee menggeser pintu kamarnya, hingga membuat pria itu dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar kamarnya. "Apa yang kalian lakukan di depan kamar ku ?" Tanya kaisar Wang Lee datar. Pertanyaan kaisar Wang Lee yang tiba-tiba membuat semua pelayan di sana tersentak kaget. "Pagi yang mulia kaisar." sapa mereka semua serentak dan hanya di balas anggukan kepala pelan oleh kaisar Wang Lee. "Apa yang kalian lakukan ?" Kaisar Wang Lee mengulangi lagi pertanyaannya. "Kami semua Sedangkan mempersiapkan kedatangan putri Chuen, kaisar." kata bibi Hun. Membuat kaisar Wang Lee melebarkan kedua matanya. Apa adiknya akan pulang dan Ibundanya tidak memberi tahunya sama sekali. Adiknya yang super nakal dan manja itu akan pulang, dan yang pastinya adiknya itu akan membuat kegaduhan di dalam istana. Kaisar Wang Lee menganggukan kepalanya dan mengibaskan tangannya pada di bibi hun yang sudah mengerti isyarat dari kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee kembali masuk ke dalam kamarnya melihat istrinya masih tertidur pulas. Tidak tega membangunkan Yeolin kaisar Wang Lee memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menemui adiknya super pecicilan. Kaisar Wang Lee mengubah langkah kakinya, berjalan kearah ranjang yang di tempat Yeolin dan membungkuk sedikit badannya, bibirnya memberikan cium lembut penuh kasih sayang untuk Yeolin. Kaisar Wang Lee melanjutkan langkah kakinya kearah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat sebelum kembali mengunakan pakaian serta jubah istana. "Bibi Hun," panggil kaisar Wang Lee pelan, takut menganggu tidur nyenyak istri kecilnya. "Aku akan pergi menemui adikku dan jangan bangunkan permaisuri sebelum aku kembali." Perintah kaisar Wang Lee . "Baik yang mulia." balas bibi Hun sambil membungkuk sedikit badannya. Kaisar Wang Lee melangkah keluar dari dalam kamar dan berjalan kearah gerbang istana tempat tandu adiknya berada. "KAKAK..." teriak heboh putri chuen. Kaisar Wang Lee meringis kecil sambil menutup kedua kupingnya denga tanganan kekarnya bagaimana bisa kerajaan lauhan memiliki seorang putri yang memiliki sifat acak-acakan. Tubuh kecil putri Chuen langsung menerjang tubuh kekar berotot milik kaisar Wang Lee. kaisar Wang Lee hampir saja jatuh terlentang kebelakang jika saja dia tidak dapat menjaga keseimbangan badannya. Kaisar Wang Lee menyentil kening adiknya lembut, Membuat adiknya itu mengaduh kesakitan. "Tidak bisa kau pelan-pelan putri Chuen ?" Tanya kaisar Wang Lee gemes melihat tingkah laku adiknya yang tidak ada anggun-anggunnya sama sekali. Putri Chuen merenggut kesal mendengar pertanyaan dari kakaknya yang menurutnya sangat menyebalkan. "Sudah-sudah lebih baik kita sekarang pergi ke taman belakang sambil meminum teh hijau hangat." kata ibu suri memisahkan perang mulut antar kaisar Wang Lee dengan putri semata wayangnya, putri Chuen. "Aku akan menyusul nanti, aku ingin membangunkan Yeolin terlebih dahulu." kata kaisar Wang Lee sambil melangkah ke kediamannya. Selir Huen tersenyum manis saat melihat tatapan penuh cinta dari kedua mata hitam tajam milik kaisar Wang Lee saat menyebut nama permaisuri Yeolin. "Siapa Yeolin kakak ipar ?" Tanya putri Chuen pada selir huen. Selir Huen tersenyum lembut sebelum menjawab pertanyaan dari adik iparnya. "Anda akan tahu nanti yang mulia putri." jawab selir Huen Membuat adik perempuan dari kaisar Wang Lee itu merengut kesal. "Ayo kita pergi minum." ajak selir Huen sambil menarik lembut tangan mungil putri Chuen dan mengikuti langkah kaki ibu suri. Sedangkan kaisar Wang Lee pria tampan terus tersenyum manis mengingat setiap raut wajah Yeolin yang selalu suka berubah udah. Dan semua selalu terlihat manis dan menggemaskan di mata kaisar Wang Lee.

BOOKMARK