Tambah Bookmark

18

Bab 17

Part 17 Author POV. Pria tampan dengan segala kekuasaan itu kini terdiam sambil menatap wajah cantik istrinya. Kaisar Wang Lee berjalan lebih dekat kearah ranjang tempat Yeolin tidur. Tangan kekar itu mengelus lembut rambut dan pipi mulus Yeolin, membuat istri cantiknya itu terbangun dari tidur nyenyaknya. Kaisar Wang Lee tersenyum lebar dengan mata yang menatap lembut Yeolin saat istri itu membuka matanya dan menatap langsung kedua bola mata hitamnya. "Selamat pagi, sayang." kata kaisar Wang Lee sambil tersenyum manis. Kening Yeolin berkerut bingung, bagaimana bisa sifat kaisar Wang Lee terlihat sangat manis. Apa kepalanya terbentur saat bangun tidur tadi hingga dia merasa jika saat ini kaisar Wang Lee sedang tersenyum manis dan oh tidak lupa dengan tatapan matanya yang menatap Yeolin sangat lembut. "Ayo sekarang bangun dan mandi yang bersih." kata kaisar Wang Lee sambil menggakat tubuh Yeolin dengan lembut dan membawanya ke kamar mandi mereka. Kaisar Wang Lee menurunkan Yeolin dengan lembut dan penuh hati-hati layaknya menurunkan persolen yang mudah pecah. Saat tangan kekar kaisar Wang Lee akan membuka baju sutra milik Yeolin, dengan cepat tangannya menghentikan gerakan tangan kaisar Wang Lee. "Hamba bisa membukanya sendiri yang mulia." kata Yeolin pelan, Membuat kaisar Wang Lee tanpa sabar mencubit gemas kedua pipi Yeolin. "Baiklah, silahkan buka baju mu." kata kaisar Wang Lee santai sambil melipat kedua tangannya di atas dada bidangnya. Yeolin mengigit bibir bawahnya saat tatapan tajam kaisar Wang Lee tidak lepas dari tubuhnya. "Yang mulia, bisakah anda untuk mengalihkan pandangan anda sebentar dari saya." kata Yeolin pelan. Membuat kaisar Wang Lee menggakat satu alisnya sambil terkekeh geli. "Untuk apa kamu malu, sayang. Aku sudah melihat semuanya, payudara mu, ah atau vagina kecil milik mu." kata kaisar Wang Lee santai. Perkataan kaisar Wang Lee yang terlalu blak-blakan membuat sekujur tubuh Yeolin memerah bahkan sampai ke telinganya. "Yang mulia…" rengek Yeolin dengan mata berkacakaca. Merengek oh dewa untuk pertama kalinya dalam ini Yeolin dia merengek pada seorang pria yang sudah mampu membuat malu hingga inggin menegelamkan wajahnya sendiri ke bak air panas. "Baik-baiklah aku akan segera pergi." kata kaisar Wang Lee yang sudah mulai tidak tega melihat mata Yeolin yang berkaca-kaca. Yeolin menghela nafas lega saat punggung lebar kaisar Wang Lee sudah benar-benar tidak terlihat lagi di balik pintu. Wanita cantik itu membuka bajunya dengan cepat, tidak mau jika tiba-tiba saja nanti kaisar Wang Lee masuk kedalam kamar mandi dan benar-benar memandikannya. Ya walaupun mereka sudah sering melakukan hubungan intim tetap saja rasa malu dan canggung itu tidak dapat Yeolin hilangkan dari hatinya. Yeolin Keluar dari dalam kamar mandi dan melihat kaisar Wang Lee yang masih setia menunggunya, tanpa melepaskan pandangannya dari pintu kamar mandi yang baru saja di buka oleh Yeolin. "Kau sudah selesai ?" Tanya kaisar Wang Lee yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan lagi. "Sudah yang mulia." jawab Yeolin pelan. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa mulai hari ini statusnya sebagai Putri kepala desa di ganti menjadi permaisuri kerajaan lauhan. Kaisar Wang Lee memberikan isyarat melalui tangan, agar Yeolin mendekat padanya. Yeolin mendekati kaisar Wang Lee dengan langkah pelan sambil menunduk kepadanya dalam-dalam. Kaisar Wang Lee menarik lembut tangan Yeolin saat istrinya itu sudah berdiri di depan. Dengan lembut kaisar Wang Lee membawa tubuh Yeolin untuk terduduk di depan meja rias yang penuh dengan perhiasan serta alat perias diri. Kaisar Wang Lee memanggil pelayan istana untuk menata rambut serta merias wajah cantik Yeolin agar terlihat lebih cantik. Kaisar Wang Lee menatap tajam wajah cantik Yeolin dari pantulan cermin. Permaisuri bener-bener terlihat sangat cantik, apa lagi saat di tidak memakai sehelai benang pun di tubuh, maka akan terlihat lebih cantik di mata kaisar Wang Lee. "Yang mulia…" panggil Yeolin dengan suara lembutnya. 'sial suaranya benar-benar lembut, seharusnya kau melemparnya ke ranjang dan menghujani cepat dan kasar' maki jiwa lain di dalam dirinya. Kaisar Wang Lee menggeram keras membuat Yeolin tersentak kaget. Yeolin mundur kebelakang sambil menatap takut Yeolin. Kaisar Wang Lee merubah akur wajahnya saat mata indah istrinya kini menatapnya takut. Kaisar Wang Lee memaki jiwa lain dalam dirinya karena sudah membuat istrinya ketakutan. Kaisar Wang Lee maju selangkah Membuat Yeolin mundur selangkah juga tanpa melepaskan pandangan takutnya dari kaisar Wang Lee. Dengan cepat tangan kekar kaisar Wang Lee sudah menarik cepat pinggang ramping Yeolin. Kaisar Wang Lee melumat bibir Yeolin dengan kasar menumpahkan semua rasa frustasinya, dia begitu menginginkan Yeolin dan tidak ingin membaginya dengan siapa pun. Perasaan senang dan nyaman saat bersama Yeolin tidak pernah kaisar Wang Lee rasa terhadap wanita lain. Dan perasaan itu lah yang membuatnya Bingung serta frustasi. Kaisar Wang Lee melepaskan ciumannya, menyatukan keningnya dengan kening Yeolin yang masih mengatur nafasnya akibat ciuman maut kaisar Wang Lee. "Jangan pernah berpikir untuk pergi dan takut dengan ku, atau aku akan mematahkan kaki serta tangan mu." kata kaisar Wang Lee terdengar seperti ancaman kematian di kedua telinga Yeolin. Dengan kaku Yeolin menganggukkan kepalanya membuat kaisar Wang Lee tersenyum manis. Kaisar Wang Lee merapikan anak rambut Yeolin dengan lembut sebelum menarik tangan Yeolin untuk pergi keluar dari dalam kamar. Yeolin mengikuti langkah kaki lebar kaisar Wang Lee yang membawanya kearah taman belakang istana. Kening Yeolin berkerut bingung saat melihat ibu suri, selir huen dan selir hubin duduk dengan seorang wanita muda. Kaisar Wang Lee merengkuh erat pinggang ramping Yeolin tanpa menatap kearahnya. Yeolin menatap wajah tampan kaisar Wang Lee. "Kenapa ?" Tanya kaisar Wang Lee lembut dan kali ini pria itu menatap langsung kearah Yeolin. "Tidak," jawab Yeolin sambil menunduk kepadanya. Kaisar Wang Lee tersenyum kecil sebelum mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Yeolin. "Yeolin." panggil ibu suri lembut. Membuat Yeolin menggakat kepalanya dan tersenyum manis pada ibu suri. Yeolin berlari kecil ingin mendekat pada ibu suri yang sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri. Tapi sangat di sayangkan, langkahnya harus berhenti saat pinggangnya di tarik lagi oleh kaisar Wang Lee, kembali lagi kedalam dekapannya. "Pelan-pelan sayang." kata kaisar Wang Lee datar. Membuat nyali Yeolin menciut. Yeolin menganggukan kepalanya pelan dan mengikuti kembali langkah kaki kaisar Wang Lee. "Gadis pintar." kata kaisar Wang Lee sambil mengelus lembut rambut hitam panjang Yeolin layaknya anak kucing. "Ibu suri." panggil Yeolin lembut sambil mendudukkan dirinya di samping kaisar Wang Lee. "Kau sakit nak, kenapa wajahmu pucat ?" Tanya ibu suri khawatir. "Kamu sakit, sayang ?" Tanya kaisar Wang Lee dengan nada khawatirnya juga. "Tidak yang mulia." jawab Yeolin. Perhatian yang kaisar Wang Lee berikan untuk Yeolin, membuat semua pandangan orang yang berada di sana menatap mereka. Kaisar Wang Lee menangkup lembut wajah Yeolin sambil menatap khawatir istrinya. Jika selir Huen menatap kaisar Wang Lee dan Yeolin dengan senyum senangnya berbeda dengan selir Hubin yang menatap terluka dan sedih kaisar Wang Lee serta Yeolin. "Jadi ini wanita cantik yang bernama Yeolin, ibu suri ?" Tanya putri Chuen riang. Yeolin menatap bingung wanita muda yang duduk di samping selir Huen. "Ya wanita ini bernama Yeolin sekaligus permaisuri kerajaan ini." kali ini yang menjawab adalah kaisar Wang Lee bukan ibu suri yang di tanya oleh putri Chuen. "Wah kau sangat cantik kakak ipar." kata putri Chuen senang sambil berdiri dari duduknya dan berlari kecil kearah Yeolin sebelum memeluk erat tubuh kecil Yeolin. "Oh iya kak, aku ingin memberitahu jika putri Yuan akan datang." kata putri Chuen santai tanpa menyadari perubahan tubuh dan wajah kaisar Wang Lee. Tapi Yeolin menyadari itu. Yeolin dapat melihat dengan jelas jika tubuh tegap kaisar Wang Lee menegang, bahkan raut wajah kaisar Wang Lee yang awalnya tersenyum kini berubah dingin dan datar. "Yang mulia." panggil Yeolin pelan. "Ya." jawab kaisar Wang Lee dingin tidak ada nada lembut atau pun hangat dari suaranya. Mendengar kaisar Wang Lee berbicara dengan nada dingin dan datar padanya membuat hati Yeolin sesak tanpa alasan. Dan itu cukup menganggu Yeolin.

BOOKMARK