Tambah Bookmark

19

Bab 18

Part 18 Author POV. Yeolin masih menatap bingung perubahan sikap kaisar Wang Lee yang terkesan sangat dratis. Suara riang putri chuen memecahkan keheningan di antara mereka. "Kenapa yang mulia putri ?" Tanya ibu suri. "Aku lupa siang ini Putri Yuan akan datang." jawab putri Chuen heboh. Membuat mereka yang di san hanya tersenyum kecil, tapi tidak dengan kaisar Wang Lee yang sudah mengeraskan rahangnya. Kasim Han datang dengan sopan menghadap pada kaisar Wang Lee serta ibu suri. "Maaf ibu suri dan yang mulia. Putri Yuan dan suaminya pengeran taiji datang." kata kasim Han menambah aura gelap yang menguar dari tubuh tegap kaisar Wang. Dengan anggun ibu suri serta kedua selir kaisar Wang Lee berjalan manyambut kedatangan putri Yuan serta suaminya. Begitu juga Yeolin yang sudah berjalan di samping putri Chuen di belakang ibu suri. Tapi tidak dengan kaisar Wang Lee yang masih setia duduk di atas kursinya tanp ada niat untuk bangun atau sekedar menyambut kedatangan tamunya. Kaisar Wang Lee menghelai nafas sebelum bangun dari duduknya dan berjalan mengikuti langkah kaki Yeolin. Yeolin tersentak kaget saat tiba-tiba saja tangan kekar kaisar Wang memeluk erat pinggang rampingnya. 􀀁􀀁􀀁 Seorang wanita cantik turun dengan anggun dari tandu bersama seorang pria tampan. Wanita cantik itu tersenyum lebar saat matanya menatap kaisar Wang Lee pria yang amat di cintainya walaupun dia sudah menjadi istri pria lain. Tapi senyumnya tidak berlangsung lama matanya menatap tangan kekar kaisar Wang yang memeluk erat pinggang ramping Yeolin, membuat wajah cantik yang tadinya tersenyum berubah dingin. "Salam hormat hamba serta istri hamba, yang mulia." kata pengeran taiji. "Ya." jawab kaisar Wang Lee singkat. "Siapa wanita yang berada di dalam dekapan Anda yang mulia ?" Tanya putri Yuan lancang membuat semua yang berada di sana menatapnya tajam. "Permaisuri kerajaan Lauhan, istri sekaligus ibu dari anak-anak ku nanti." jawab kaisar Wang Lee Sambil menatap lembut wajah Yeolin. Yeolin menundukkan kepalanya dalam-dalam. Bagaimana dia tidak malu saat kaisar Wang Lee menggatakan posisinya dengan lantang membuat semua orang yang berada di sana tersenyum lebar kecuali selir Hubin dan putri Yuan yang sampai saat ini masih memendam rasa cinta pada kaisar Wang Lee. "Ayo masuk semuanya, kita minum teh dan biar semua baju mu pelayan yang akan membawanya." kata ibu suri berjalan dengan anggun kembali kearah taman belakang istana. Kaisar Wang Lee dapat melihat dengan jelas tatapan penuh kebencian yang putri Yuan berikan pada istrinya, Yeolin. Kaisar Wang Lee Ingin melihat sampai sejauh mana putri Yuan cemburu padanya. Dia akan membuat wanita itu menggemis cinta padanya, dan setelah itu dia akan melempar keluar Yeolin dari istana jika putri Yuan sudah menjadi miliknya. 'BAJINGAN KAU' Teriak jiwa lain dalam dirinya. Dia tidak peduli jika semua orang bilang dia berengsek yang dia mau hanya putri Yuan, gadis yang di cintainya sekali wanita satu-satu yang akan memiliki hatinya. 􀀁􀀁􀀁 Pria tampan itu Tampak berdiri dengan gelisah. Dia mencintai putri Yuan tapi hatinya tidak bergerak sedikit pun saat melihat putri Yuan. Dia malah bergetar saat melihat kedua mata indah milik Yeolin. Dia menjadi ragu, apa dia benar-benar masih mencintainya putri Yuan atau memang hatinya sudah berpindah ke wanita lain yang tidak lain istrinya sendiri. Kaisar Wang Lee mengelengkan kepadanya keras. Tidak dia harus memastikan sendiri. Dengan cepat kaisar Wang Lee memanggil Kasim Han. Pria paruh baya itu datang dengan tergopoh-gopoh saat rajanya memanggil namanya. "Panggil putri Yuan sekarang menghadap pada ku." perintah kaisar Wang Lee. "Baik yang mulia." kata Kasim Han. Pria paruh baya itu langsung saja Keluar dari dalam ruang kerja kaisar Wang Lee dan berjalan cepat ke kediaman putra Yuan dan pangeran taiji. Suara ketukan pintu ruang kerjanya mengalihkan pandangan kaisar Wang Lee dari lukisan wajah Yeolin yang dia ambil diam-diam saat wanita itu tertidur pulas. Wajah polos serta damai istrinya membuat senyum manis terbit dengan indah di kedua sudut bibir kaisar Wang Lee. "Masuk." kata kaisar Wang Lee. Putri Yuan masuk dengan langkah anggunnya benarbenar memperlihatkan sisi kebangsaannya. Wanita cantik itu tersenyum manis terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya membuat para pria tergila-gila, tapi tidak dengan kaisar Wang Lee yang tidak terhanyut dengan senyum indah milik putri Yuan. Jika dulu mungkin iya, dia akan sangat memuja putri Yuan tapi sekarang menurut senyum Yeolin terlihat berkalikali lipat lebih indah dari milik putri Yuan. Kaisar Wang Lee menatap wajah cantik bak Dewi milik putri Yuan dengan lekat hingga membuat kedua pipi wanita cantik itu bersemu merah. "Ada yang bisa saya bantu yang mulia ?" Tanya putri Yuan lembut dengan tatapan memuja dan penuh cinta yang dia lemparkan pada kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee berjalan mendekati putri Yuan menatap lekat-lekat kedua mata indah Putri Yuan, tatapan atau suara putri Yuan sama sekali tidak dapat mempergaruhi kaisar Wang Lee. "Tidak ada apa-apa kau boleh keluar aku ingin pergi tidur bersama istri ku." kata kaisar Wang Lee memundurkan langkah kakinya. Perkataan kaisar Wang Lee bener-bener mampu membangunkan emosi putri Yuan. Tapi dia tidak mau menunjukkan sifat aslinya di hadapan kaisar Wang Lee. Putri Yuan mengepalkan kedua tangannya erat-erat berusaha menahan emosi mati-matian. Kaisar Wang Lee membalikan tubuh menghadap kearah putri Yuan yang masih menunjukkan senyum palsunya. Kaisar Wang Lee menatap tajam putri Yuan, saat putri Yuan masih berdiri di hadapannya. "Baiklah yang mulia." balas putri Yuan saat melihat tatapan kaisar Wang Lee semakin menajam. 􀀁􀀁􀀁 Yeolin terduduk lelah di salah anak tangga, Setelah lelah mencari ruang kerja kaisar Wang Lee di seluruh istana Barat. Bagaimana bisa istana sebesar ini mirip seperti labirin rumit, benar-benar membuat kedua kakinya lelah. "KYYAA" Teriak Yeolin saat sebuah tangan kekar menepuk pundak lembut. "Maaf...maaf permaisuri." kata sebuah suara berat Membuat Yeolin menoleh wajahnya ke sumber suara. Kening Yeolin berkerut bingung saat melihat pangeran Taiji berdiri di samping dengan menyatukan kedua telapak tangan sambil terus meminta maaf. "Ah...maaf pangeran saya hanya terlalu kaget, saya pikir Anda siapa" kata Yeolin merasa tidak enak hati Membuat seorang pangeran dari negeri lain meminta maaf padanya. "Tidak apa-apa yang mulia permaisuri, maaf menganggu Anda yang mulia permaisuri." kata pengeran Taiji lembut. "Tidak yang mulia pangeran, saya tidak apa-apa." balas Yeolin sambil tersenyum lembut. Membuat pangeran Taiji terdiam kaku dengan detak jantung yang berdegup kencang. "Boleh saya ikut duduk di sini ?" Tanya pangeran taiji hati-hati. "Silahkan yang mulia pangeran." jawab Yeolin lembut sambil menggeser sedikit posisi duduknya hingga membuat Taiji dapat duduk di sampingnya. Langkah kaki kaisar Wang Lee terhenti saat mata hitam tajam miliknya tanpa sengajah menatap Yeolin yang sedang tertawa kecil dengan seorang pria yang sangat di kenal kaisar Wang Lee. Entah kenapa hatinya tidak senang melihat Yeolin tertawa oleh pria lain. Tidak semua yang ada pada Yeolin hanya miliknya. Tawanya, senyumnya, suara lembutnya. Semua itu hanya miliknya. Dengan langkah lebar penuh emosi kaisar Wang Lee berjalan cepat kearah Yeolin dan pangeran taiji yang masih tertawa tanpa menyadari kedatangannya. "Ahhh…" teriak kecil Yeolin saat tangan kekar kaisar Wang Lee menarik tubuh untuk berdiri. "Apa yang kau lakukan malam-malam di sini, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut tapi tersirat nada dingin dan marah dalam suaranya. Dengan sudah payah Yeolin menanggkat kepalanya menatap langsung kedua mata hitam kaisar Wang Lee yang sedang menatapnya tajam. "Aku mencari anda yang mulia." kata Yeolin pelan dengan mata berkaca-kaca. Tidak tega melihat kedua mata indah Yeolin berkacakaca membuat kaisar Wang Lee dengan cepat menarik lembut tubuh kecil Yeolin kedalam dekapannya. Kaisar Wang Lee memeluk erat tubuh kecil Yeolin, membuat pangeran Taiji menatap datar kaisar Wang Lee. Tidak dia tidak cemburu dia hanya tidak suka Yeolin berada di dalam pelukan posesif kaisar Wang Lee. "Permisi saya pergi dulu mulia dan permaisuri." kata pangeran Taiji. Dia tidak mau berlama-lama melihat kemesraan kaisar Wang Lee dengan wanita yang sudah mencuri hatinya saat pertemuan pertama. Ya dia gila, Karena sudah berani menyukai wanita milik seorang kaisar dinasti Ming. Yang terkenal kejam dan bertangan dingin. Tapi apa yang bisa dia lakukan saat sudah hati yang menentukan pilihannya.

BOOKMARK