Tambah Bookmark

20

Bab 19

Part19 Author POV. Kaisar Wang Lee menyeret kasar tubuh kecil Yeolin, hingga membuat yang punya meringis sakit sambil menyeret cepat satu kakinya yang cacat. Dengan kasar kaisar Wang Lee membanting tubuh Yeolin dengan ketembok hingga membuat Yeolin meringis sakit dengan mata berkaca-kaca. "Ya-ng mu-lia…" cicit Yeolin takut. Kedua kakinya gemetar ketakutan saat kaisar Wang Lee melangkah dengan pelan kearahnya. Kaisar Wang Lee menarik kasar dagu Yeolin, melumat penuh nafsu bercampur dengan emosi. Hatinya panas saat melihat Yeolin tertawa dan tersenyum karena pria. Hanya dia yang boleh membuat Yeolin tertawa tersenyum, semua yang ada pada Yeolin hanya miliknya. Miliknya dan dia tidak suka berbagi apa yang sudah menjadi miliknya. "Apa yang kejantanan ku kurang hingga kau mencari yang milik pria lain ?" Tanya kaisar Wang Lee. Pertanyaan kaisar Wang Lee Benar-benar mampu membuat hati Yeolin meringis sakit. Dengan mata berkaca-kaca Yeolin menatap langsung kedua mata hitam tajam milik kaisar Wang Lee yang sedang menatapnya dingin. Dengan cepat kaisar Wang Lee merengkuh pinggang ramping Yeolin. "Apa yang lebih darinya, apa dia mampu melakukan ini?" kata kaisar Wang Lee melumat kasar dan penuh gairah bibir Yeolin. "Atau ini?" lanjutnya sambil meremas keras payudara sintal Yeolin hingga membuat yang punya meringis nyeri. "Atau ini?" katanya lagi sambil masukkan jarinya kedalam liang vagina Yeolin. Yeolin mendesah hebat sambil meremas kuat pundak kekar kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menundukkan kepalanya memagut payudara Yeolin menghisap dengan keras hingga meninggal tanda merah kebiruan di sekitar payudara Yeolin. Yeolin mendesah nikmat sambil mengeratkan pinggang ke kiri dan ke kanan. Mencari kejantanan kaisar Wang Lee yang sudah membengkak di dalam celana sutranya. Kaisar Wang Lee semakin cepat menggerakkan jarinya di dalam liang vagina Yeolin. Yeolin menatap nanar kaisar Wang Lee saat suaminya itu tiba-tiba saja menarik jari tangannya membuat Yeolin tidak mendapatkan pelesaannya. "Itu hukuman untuk mu, sayang. Mulia sekarang jangan pernah berbicara atau pun tertawa dengan pria lain, Karena itu membuat ku marah dan cemburu." kata kaisar Wang Lee sebelum melumat bibir Yeolin kasar, membuat sudut bibir Yeolin sedikit berdarah. Kaisar Wang Lee melangkah keluar dari dalam kamarnya. Meninggalkan Yeolin yang masih belum mendapatkan pelepasannya. Dia benar-benar kesal melihat sikap dingin dan arogan kaisar Wang Lee. Dengan kesal dia melangkah memasuki kamar mandi dan membuka bajunya dengan cepat sebelum membasahi tubuhnya dengan air dingin. Air dingin membasahi tubuhnya mampu membuatnya merasa lebih nyaman dan tenang. 􀀁􀀁􀀁 Jenderal Yeol dapat melihat dengan jelas suasana hati kaisarnya yang terlihat sangat buruk, membuat semua orang yang berada di sana terdiam kaku tidak mau menerima kemarahan dari kaisar mereka. Jenderal Yeol memberanikan diri hanya untuk sekedar berdehem membersihkan tenggorokan yang tiba-tiba saja kering. "Yang mulia, saya sudah membawa pelayan pribadi permaisuri Yeolin." kata jenderal Yeol sopan dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya. Bukan karena habis bercinta atau pun berlari berkilokilo meter jauhnya, tapi karena rasa takut karena tiba-tiba saja mendapatkan tatapan tajam dari kaisar Wang Lee. "Bawa wanita itu ke kediaman permaisuri." perintah kaisar Wang Lee datar dan tanpa mau basa basi. "Baik yang mulia." jawab jenderal Yeol. Jenderal yang terkenal tak kalah kejamnya itu dengan kaisar Wang Lee memerintah salah satu prajurit kerajaan lauhan untuk mengantarkan Hani ke kediaman permaisuri. Kaisar Wang Lee menatap tajam jenderal Yeol, hingga membuat sang jenderal merasa bingung. "Kalian semua keluar, kecuali kau Yeol." Perintah kaisar Wang Lee pada semua prajurit kerajaan yang. Berapa di dalam ruang kerjanya. Mereka semua keluar dengan patuh tidak mau memancing amarah sang kaisar. "Apa kau pernah marah hanya karena melihat wanita milik mu tertawa bersama pria lain ?" Tanya kaisar Wang Lee tiba-tiba "Iya yang mulia ?" Tanya jenderal Yeol hanya sekadar memastikan pendengarannya. "Jika kau berharap aku akan mengulangi lagi Pertanyaan ku maka kau salah besar." kata kaisar Wang Lee membuat jenderal Yeol menelan ludah dengan susah payah. Bagaimana bisa di berkerja untuk pria yang memiliki tempramen tinggi alias mudah marah. "Kalau saya marah melihat wanita saya bersama pria lain itu karena saya mencintainya yang mulia." kata jenderal Yeol. "APA??" Teriak kencang kaisar Wang Lee membuat jenderal Yeol mundur kebelakang. Memangnya apa yang salah dari jawabnya, bukannya kaisarnya sendiri yang bertanya. Mengapa dia marah tiba-tiba sekarang. "Tidak aku tidak mencintainya." kata kaisar Wang Lee yang sudah dapat mengatur nada suaranya menjadi tenang kembali. "Iya yang mulia ?" Tanya jenderal Yeol lagi kali ini dengan nada pelan. "Aku bilang aku tidak mencintainya" ulang kaisar Wang Lee dengan tatapan tajam. "Yang tahu perasaan Anda. Hanya anda sendiri, yang mulia." kata jenderal Yeol. Kaisar Wang Lee menatap datar jenderalnya sekaligus orang kepercayaannya. Bagaimana dia bisa tahu jika dia sendiri saja tidak tahu jawaban dari kegelisahan hatinya. Kaisar Wang Lee melangkah pergi keluar dari dalam ruang kerjanya. Hatinya tidak akan tenang sebelum pergi melihat wajah cantik istrinya. Sedangkan di dalam ruang kerja kaisar Wang Lee, jenderal Yeol menghelai nafas lega. Berbicara berdua saja dengan kaisarnya benar-benar menguras semua keberaniannya. Ribuan pasukan pernah di taklukan tapi berhadapan langsung dengan kaisar dari dinasti Ming benar-benar menguras keberaniannya. 􀀁􀀁􀀁 Yeolin terisak keras di balik bantal sutranya. Bukan, dia bukan menangis karena sedih dengan sikap kasar kaisar Wang Lee. Dia menangis karena tidak mendapat pelepasannya, oh dia benar-benar sudah seperti jalang kurang belaian. Yeolin melempar kasar seprai satin serta bantal dan selimut sutra di atas ranjangnya. Setelah itu menghapus kasar sisa-sisa air matanya. Tidak, dia tidak mau terlihat kalah di depan kaisar Wang Lee. Dia akan membuat pria tampan itu menggemis belaian darinya. Ya dia akan melakukan itu. Yeolin merebahkan tubuhnya di atas ranjang berusaha keras untuk menutup kedua mata indahnya. 􀀁􀀁􀀁 Kaisar Wang Lee berjalan cepat kearah kediamannya. Rambut hitam panjangnya tergerai dengan indah di terpah angin malam. Membuat pesona kaisar Wang Lee meninggalkan pesat. Wajah tampannya menjadi tontonan sempurna bagi kaum hawa. Tapi sama sekali tidak mengusik langkah kaki kaisar Wang Lee. Dengan cepat tangan kekarnya menggeser pintu kamar mereka. Tapi keningnya berkerut bingung saat mendapatkan kamarnya yang sudah berantakan seperti di terpah angin kencang. Pandangan mata hitam tajamnya jatuh pada seorang wanita cantik yang sedang tidur di atas ranjang besar milik mereka. Ya dia melihat istrinya tertidur dengan nyenyak di atas ranjang besar mereka. Kaisar Wang Lee melangkah dengan pelan, tidak ingin membangunkan tidur nyenyak istri cantiknya. Tangan kekar kaisar Wang Lee mengelus lembut rambut serta pipi Yeolin. Membuat itu melenguh panjang. Yeolin berusaha membuka kedua matanya yang terasa sangat berat dan mengantuk. Kening Yeolin berkerut saat melihat bayang-bayang wajah tampan suaminya. Tidak, tidak mungkin suaminya yang begitu arogan dan keras kepala itu menemuinya. Lagi pula mereka sedang bertengkar besar dan tidak mungkin tiba-tiba saja pria arogan dan keras kepala seperti itu datang menemuinya. Kaisar Wang Lee tersenyum menawan saat melihat tatapan bingung istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan. Dengan gemas kedua tangan kaisar Wang Lee mencubit gemas pipi tirus Yeolin yang terlihat lebih berisi sekarang. "Jangan menatap ku seperti itu, aku jadi ingin menerkam mu sekarang juga." kata kaisar Wang Lee sambil tersenyum hangat. Tanpa sabar Yeolin mendengus kesal dan membalikkan tubuhnya kesamping. Tidak melihat wajah tampan kaisar Wang Lee yang menurutnya sangat menjengkelkan. Dengan lembut kaisar Wang Lee membalikan tubuh kecil Yeolin menghadap kearah. Menatap langsung kedua mata indah istrinya. "Jangan marah, aku hanya tidak suka melihat mu bersama pria lain, sekalipun itu aja mu." kata kaisar Wang Lee sambil mengangkat dagu Yeolin. "Aku tidak suka saat melihat mu tertawa dan tersenyum karena pria lain, bukan karena diri ku." lanjut kaisar Wang Lee sebelum melumat bibir manis Yeolin. "Bibir mu sangat manis, seperti alkohol yang memabukkan dan hanya aku boleh merasakan. Aku akan membunuh siapa saja yang berani merasakan bibir mu." kata kaisar Wang Lee, melumat kembali bibir Yeolin. Kedua pipi putih Yeolin kini sudah berubah menjadi merah padam. Bagaimana bisa pria kaku dan menyebalkan seperti kaisar Wang Lee dapat bicara dengan sangat manis.

BOOKMARK