Tambah Bookmark

21

Bab 20

Part 20 Author POV. Sinar matahari pagi menyapu indah dia insan yang sedang berpelukan mesra di atas ranjang besar. Sinar matahari pagi mengaggu tidur nyenyaknya. Kening Yeolin berkerut bingung saat mata indahnya dapat melihat dengan jelas kedua tangan kekar seorang pria, siapa lagi jika bukan tangan kaisar Wang Lee. Dengan pelan Yeolin berusaha mati-matian untuk menyikirkan kedua tangan kekar kaisar Wang Lee. Bukannya terlepas kedua tangan kaisar Wang Lee justru semakin erat memeluk erat pinggangnya. Yeolin memegang pinggir ranjang, menarik tubuhnya berusaha melepaskan pelukan erat kaisar Wang Lee. Yeolin mengumpat kesal, pelukan kaisar Wang Lee bukannya terlepas tapi malah semakin erat dan terkesan Possessive, Membuat dada Yeolin sesak. "Mau kemana, sayang. Aku masih ngantuk." kata kaisar Wang Lee dengan suara serak seksinya dan mata yang masih terpejam. "Aku mau ke kamar mandi, yang mulia." kata Yeolin pelan. Dengan tidak ikhlas kaisar Wang Lee melepaskan pelukannya dari pinggang ramping Yeolin. Tanpa mau buangbuang waktu lagi, langsung saja Yeolin berlari cepat kearah kamar mandi menuntaskan panggilan alamnya. Yeolin tersentak kaget saat tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka lebar dan memperlihatkan tubuh tegap dan penuh otot milik kaisar Wang Lee yang tidak tertutup sehelai benang pun hanya menutupi bagian bawahnya saja. "Kenapa lama sekali sih. Aku lelah menunggunya, sayang." kata kaisar Wang Lee terdengar sedikit manja di telinga Yeolin. Yeolin membuka kedai mulutnya lebar-lebar. Lama dia saja baru lima menit di dalam kamar mandi dan tiba-tiba saja kaisar mesum itu bilang lama. Oh dewa nasib buruk apa yang menimpanya bagaimana bisa dia menikah dengan pria mesum dengan tingkat ke Possessive yang tinggi serta mudah emosi dan cemburu berat. Dengan santainya kaisar Wang Lee melepaskan penutup terakhir di tubuhnya sebelum tubuh kekarnya memasuki kolam air panas dengan sempurna. "Aku tidak suka menunggu, sayang." kata kaisar Wang Lee Sambil membawa tubuh kecil Yeolin kedalam dekapannya, memeluk erat tubuh Yeolin dari belakang. Yeolin benar-benar bingung dengan perubahan sikap kaisar Wang Lee. Baru saja tadi malam kaisar Wang Lee marah-marah tidak jelas dan sekarang pria itu malah bermanja-manja ria dengannya. "Kaisar, apa anda baik-baik saja ?" Tanya Yeolin pelan, akhir pertanyaan yang sedari tadi bertengger di otaknya terlepas juga dari bibir tipisnya. "Hmm..aku baik-baik saja." kata kaisar Wang Lee yang sudah sibuk mencumbui mesra lehernya jenjangnya. "Ahh….yang mulia…" kata Yeolin sambil sedikit mendesah nikmat. Tangan kekar kaisar Wang Lee sudah mulai berpindah ke depan tubuh Yeolin meremas kuat payudara Yeolin. "Yang mulia jangan, kita harus serapan pagi sama ibu suri." kata Yeolin sambil berusaha menghentikan tangan kaisar Wang Lee yang semakin aktif meremas payudaranya. "Hmmm sebentar saja, sayang." balas kaisar Wang Lee sambil mengangkat pinggang ramping Yeolin. Yeolin berteriak keras saat tiba-tiba saja kejantanan kaisar Wang Lee yang keras dan panjang memenuhi liang vaginanya. Kaisar Wang Lee menggerakkan pinggang ramping Yeolin mengikuti irama kejantanannya. Membuat Yeolin terus mendesah nikmat. Gerakan kejantanan kaisar Wang Lee semakin cepat dan kasar, berusaha merengut kenikmatan yang berada di ujung kejantanannya. "Ahhhhhh...ya-ng...mu-lia…" desah Yeolin saat mendapatkan klimaksnya. "Yeolin…" panggil kaisar Wang Lee, menusuk kejantanannya lebih dalam dan memuntahkan semua spermanya hingga memenuhi rahim istrinya. Yeolin merebahkan tubuhnya di dada bidang kaisar Wang Lee Sambil mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan. "Terima kasih, sayang. Rasa mu sungguh nikmat" kata kaisar Wang Lee lembut sebelum melumat bibir Yeolin kasar. 􀀁􀀁􀀁 Yeolin merengut kesal, kaisar Wang Lee memang sudah tidak marah lagi padanya tapi sikap kaisar Wang Lee berubah sembilan puluh derajat. Bagaimana tidak sedari tadi pagi tidak lepas dari, kemana dia pergi pasti kaisar Wang Lee akan mengikutinya. Seperti saat ini, Yeolin hanya bisa pasrah saat kaisar Wang Lee tidak mengijinkannya untuk duduk di kursi sendiri dan malah membawa Yeolin untuk duduk di atas pangkuannya. "Yang mulia." cicit Yeolin pelan saat mereka sedang berada di meja makan. "Hmmm." jawab kaisar Wang Lee yang hanya berupa gumaan saja. Kaisar Wang Lee membuka mulutnya lagi menerima suapan dari istrinya. "Boleh aku duduk di kursi ?" Tanya Yeolin pelan. "Tidak." jawab kaisar Wang Lee tegas sambil menatap tajam Yeolin. Yeolin hanya dapat menundukkan kepalanya dalamdalam tidak mau membantah kaisar Wang Lee. Siapa yang berani membantah kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menarik lembut dagu Yeolin, Membuat kedua mata indah istrinya itu menatap langsung mata hitam tajamnya. Kaisar Wang Lee mengecup sudut bibir Yeolin di hadapan semua orang, membuat rona merah timbul dengan sempurna di kedua pipi Yeolin. "Jangan sedih aku tidak suka kamu jauh dari pandangan ku." kata kaisar Wang Lee lembut sambil mengeratkan pelukannya di pinggang kecil Yeolin. Kedua mata indah Yeolin berkaca-kaca, bagaimana dia tidak sedih, jika kaisar Wang Lee memperlakukannya seperti seorang tawanan. Dengan pelan dan tidak ikhlas Yeolin menganggukkan kepalanya membuat senyum puas terbit dengan indah di kedua sudut bibir kaisar Wang Lee. Kemesraan kaisar Wang Lee dan Yeolin terganggu oleh kedatangan Kasim Han, Membuat kaisar Wang Lee menggeram keras. "Maaf yang mulia, jenderal Yeol dan serta panglima sudah menunggu anda di ruang pertemuan." kata Kasim Han takut. Kaisar Wang Lee hanya diam sebelum menggakat bokongnya dari kursi meja makan sambil terus mengendong tubuh kecil Yeolin di dalam dekapannya. Kasim Han memandang bingung kaisar Wang Lee yang seakan-akan tidak ingin lepas dari istrinya. "Selamat pagi yang mulia." sapa pangeran Taiji. Senyum manis yang sedari tadi terbit dengan indah di kedua sudut bibir kaisar Wang Lee kini berganti dengan raut wajah datar dan tidak bersahabat. "Pagi pangeran Taiji." bukan kaisar Wang Lee yang membalas sapaan akrab pangeran Taiji tapi justru Yeolin. Kaisar Wang Lee mempererat gendongnya pada tubuh Yeolin. Membuat Yeolin meringis sakit. Kaisar Wang Lee menggeram keras pada pangeran Taiji yang secara terang-terangan menatap lembut istrinya. Kaisar Wang Lee melangkah pergi tanpa kata melewati begitu saja tubuh pangeran taiji yang menatap penuh benci pada punggung lebarnya. 􀀁􀀁􀀁 Panglima Sehun serta jenderal Yeol hanya mampu menggumpat di dalam hati saat melihat wajah sangar kaisar mereka. Mereka dapat melihat dengan jelas kemarahan di wajah kaisar Wang Lee. Sedangkan Yeolin hanya juga tidak kalah kesalnya. Wajah cantik di tekuk kesal, bagaimana bisa kaisar Wang Lee meninggalkan begitu saja pangeran Taiji tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Oh benar-benar sangat sopan. "Kau masih marah ?, Seharusnya aku marah kenapa kau harus membalas sapaan pria brengsek itu." Tanya kaisar Wang Lee sinis. Bisa-bisa suaminya itu mengatai pangeran taiji brengsek, sedangkan dia lebih brengsek dari pangeran Taiji yang sudah jelas terlihat sopan dan ramah. Yeolin mengendus kesal sambil memukul dada bidang kaisar Wang Lee dengan sekuat tenaganya walaupun kaisar Wang Lee tidak merasakan sakit sama sekali. "Jangan marah, aku minta maaf." kata kaisar Wang Lee Sambil menangkup lembut kedua tangan kecil Yeolin. Permintaan maaf kaisar Wang Lee kepala Yeolin sukses membuat jenderal serta panglimanya membuka mulutnya lebar-lebar. Bukan hanya jenderal serta panglimanya saya yang kaget tapi juga kasim ham. Sungguh beruntung hidup mereka dapat mendengar langsung kaisar Wang Lee meminta maaf pada permaisuri Yeolin. Kaisar Wang Lee menarik lembut tubuh kecil Yeolin kedalam dekapannya, memberikan kecupan ringan di pucuk kepala istrinya itu. "Apa kau sudah memaafkan ku, sayang ?" Tanya kaisar Wang Lee yang langsung mendapat jawaban berupa anggukan kepala oleh istrinya. "Terima kasih, sayang." kata kaisar Wang Lee. Untuk kedua kalinya ketiga orang yang berada di sana membuka mulutnya lagi lebar-lebar. Bukan hanya mengucapkan kata maaf tapi kaisar mereka juga

BOOKMARK