Tambah Bookmark

22

Bab 21

Part 21 Author POV. Jenderal Yeol berdehem cukup keras, berusaha membuat perhatian kaisar teralihkan. Bagaimana bisa kaisarnya berciuman dengan mesra bersama dengan permaisurinya di saat dirinya masih sendiri tanpa pasangan. Kaisar Wang Lee mengalihkan pandangannya dari istrinya dan menatap jengkel pada jenderal. Jenderal Yeol menggendus kesal. Bagian dia yang di ganggu marah, ini berciuman di depan para bawahannya dia malah tidak malu. "Maaf, yang mulia. Malam ini anda ada pertemuan dengan kerajaan Chou di barat." kata jenderal Yeol tanpa ada rasa takut dengan tatapan tajam kaisar Wang Lee. "Iya." jawab kaisar Wang Lee terdengar sangat malas. "Kalian boleh keluar." Perintah kaisar Wang Lee datar. Dengan patuh ketiga pria berbeda generasi itu keluar dari dalam ruang kerja kaisar Wang Lee tanpa harus di suruh untuk kedua kalinya. "Kita lanjutkan yang tadi ya." kata kaisar Wang Lee semangat sambil tersenyum lebar membuat Yeolin mengendus kesal. "TIDAK!!" jawab Yeolin tegas tidak terbantahkan. Kaisar Wang Lee menunjukkan wajah super memelasnya. Bukannya kasihan Yeolin malah ingin tertawa melihat wajah seorang kaisar dinasti Ming yang biasanya terlihat kejam dan dingin kini memberikan tatapan memohon pada gadis biasa seperti dirinya. "Hanya sebentar." kata kaisar Wang Lee manja dan lebih terdengar seperti rengekan anak bayi. "Tidak, yang mulia. Anda harus melakukan jamuan makan malam, yang mulia." kata Yeolin lembut berusaha memberikan pengertian kepada kaisar Wang Lee. Tapi dengan keras kaisar Wang Lee mengelengkan kepadanya sambil menyembunyikan wajah tampan di ceruk leher Yeolin. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang selalu mampu membuat lupa daratan. "Yang mulia." panggil Yeolin lembut. "Sebentar saja." kata terdengar semakin memelas. Yeolin menghelai nafas pasrah sebelum mengaggukan kepalanya pelan. 'Sial aku juga menginginkannya' geram jiwa lain dalam diri kaisar Wang Lee. Tubuh kaisar Wang Lee menegang dan Yeolin dapat merasakan itu dengan jelas. Apa yang membuat kaisar Wang Lee tiba-tiba saja terdiam. Dengan lembut Yeolin mendorong sedikit tubuh tegap kaisar Wang Lee tapi tidak bisa karena kaisar Wang Lee yang seakan-akan tidak mau lepas darinya. "Yang mulia." panggil Yeolin lembut berusaha sabar menghadapi sikap kaisar Wang Lee yang tiba-tiba saja sangat manja. "Dia ingin bertemu dengan mu." kata kaisar Wang Lee datar. Mata hitam tajam itu menatap dalam kedua mata indah Yeolin. Membuat Yeolin tertambah bingung. "Dia..?" Tanya Yeolin bingung. "Ya dia, dia yang berada di dalam diri ku, dia juga ingin memiliki mu. Dia meminta ku untuk membagi mu dengannya." kata kaisar Wang Lee datar dan Yeolin dapat mendengar dengan jelas ada nada cemburu di balik nada datar suara kaisar Wang Lee. "Apa yang anda maksud yang mulia ?" Tanya Yeolin semakin tidak mengerti. "Aku memiliki dua kepribadian Yeolin dan itu yang membuat ku terlihat aneh di mata semua orang." kata kaisar Wang Lee masih setia dengan nada datar. Sekarang bukan tubuh kaisar Wang Lee lagi menegang tapi tubuh Yeolin. Bagaimana bisa dalam satu tubuh memiliki dua pemikiran serta dua kepribadian yang berbeda. "Jangan takut dia tidak akan menyakiti mu, dia hanya akan menyakiti orang yang melukai serta membuat mu menangis, Ratu ku." kata kaisar Wang Lee berusaha meyakinkan Yeolin saat melihat sinar ketakutan di kedua mata indah istrinya. Dengan ragu Yeolin sedikit mengaggukan kepalanya, tanpa menghilangkan raut ketakutan di wajah cantiknya. "Aku tidak akan memaksa mu untuk menerimanya jika belum siap." kata kaisar Wang Lee lembut. Dengan cepat Yeolin mengelengkan kepadanya. Tidak, dia tidak mau melihat tatapan serta wajah sedih kaisar Wang Lee. Sedangkan dirinya yang lain hanya mampu terdiam sedih saat wanitanya menolaknya. "Kau mau bertemu dan menerimanya ?" Tanya kaisar Wang Lee tidak percaya dan di balas anggukan kepala cepat oleh Yeolin. Senyum lebar terpatri dengan indah di bibir tipis kaisar Wang Lee dengan cepat dia melumat bibir manis Yeolin. Tidak memberikan kesempatan untuk Yeolin membalas atau pun menolak lumatannya. "Baik nanti malam dia akan datang menemui mu." kata kaisar Wang Lee lembut. "Jadi sekarang apa yang kita lakukan, yang mulia ?" Tanya Yeolin malu-malu sambil mengelus dada bidang kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee tertawa lebar sambil menekan bibirnya di pipi mulus Yeolin dengan gemasnya. "Jangan sekarang, sayang. Malam ini aku ada acara jamuan makan malam." kata kaisar Wang Lee lembut sambil mengelus gemas pipi mulus Yeolin. "Nanti malam ya, sayang." lanjut kaisar Wang Lee. Walaupun tidak ikhlas Yeolin tetap menganggukan kepalanya, membuat kaisar Wang Lee tertawa geli. Kaisar Wang Lee mencium seluruh wajah cantik istrinya itu bertubitubi Membuat Yeolin tersenyum bahagia. "Aku punya hadiah untuk mu." kata kaisar Wang Lee tiba-tiba membuat Yeolin bingung. "Apa, yang mulia ?" Tanya Yeolin penasaran. "Suruh wanita itu masuk." Perintah kaisar Wang Lee pada seseorang yang berada di depan pintu. Kasim Han masuk kedalam ruang kerja kaisar Wang Lee dengan seorang wanita cantik di belakangnya. Dengan cepat Yeolin turun dari pangkuan kaisar Wang Lee saat melihat siapa yang berjalan di belakang kasim Han. "Hani," kata Yeolin senang. Hampir saja Yeolin terjatuh jika saja tangan kekar kaisar Wang Lee tidak melingkar sempurna di pinggang rampingnya saat dia berlari mendekati kasim Han dan juga pelayanannya Hani. "PELAN-PELAN YEOLIN." Teriak kaisar Wang Lee marah. Yeolin tersentak kaget dengan mata berkaca-kaca, membuat kaisar Wang Lee merutuki kebodohannya sendiri yang sudah dengan mudahnya membentak istrinya. Kedua tangan kekar kaisar Wang Lee menarik lembut tubuh kecil Yeolin, membawanya kedalam dekapannya. Memeluk erat tubuh kecil istrinya. Kaisar Wang Lee memaki kesal dirinya sendiri yang sudah membuat istrinya itu gemetar ketakutan. "Maaf....maaf karena sudah membuat mu takut, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil mengelus lembut rambut hitam panjang istrinya. Tubuh Yeolin berangsur-angsur normal, dengan pelan Yeolin mengaitkan kedua tangannya di pinggang ramping kaisar Wang Lee. Memeluk erat tubuh kekar suaminya. "Jangan pernah menatap ku dengan rasa takut mu. Semua orang boleh takut dengan ku, tapi tidak dengan mu. Aku tidak suka melihat wajah takut, apa lagi itu karena diri ku." kata kaisar Wang Lee lembut tepat di telinga kiri Yeolin. Yeolin mengangukkan kepalanya pelan di dalam dekapan kaisar Wang Lee. Nyaman, itu yang di rasakan Yeolin di dalam dekapan erat kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee Melepaskan dekapannya dan merengkuh erat pinggang kecil Yeolin, membawanya berjalan mendekati pelayannya serta kasimnya yang menatap mereka tidak percaya. "Nona," panggil Hani dengan mata berkaca-kaca. Dengan cepat Yeolin melepaskan tangan kaisar Wang Lee memeluk erat pinggang rampingnya dan memeluk erat tubuh pelayan setianya. "Maaf karena aku tidak bisa melindungi mu, nona." kata pelayannya sambil menangis terisak. "Itu bukan salah mu, Hani. Mereka yang jahat pada ku." balas Yeolin sambil terisak keras di dalam pelukan pelayannya. Yeolin melepaskan pelukan dan menatap pelayan sekaligus sahabatnya itu dengan senangnya. Kaisar Wang Lee menarik kembali pinggang ramping Yeolin dan mendekapnya erat sambil menatap kesal pelayan setia istrinya itu. "Yang mulia." kata Yeolin malu. "Apa ? Jangan memeluk terlalu lama aku tidak suka melihatnya." kata kaisar Wang Lee kesal sambil mendengus keras. Perkataan kaisar Wang Lee sukses membuat Yeolin membuka mulutnya lebar-lebar. Bagaimana bisa suaminya ini cemburu dengan pelayannya sendiri, yang lebih parahnya lagi dia cemburu dengan seorang wanita, WANITA. Dengan kesal Yeolin memukul keras lengan berotot kaisar Wang Lee. "Aw..sakit, sayang." kata kaisar Wang Lee terdengar sedikit manja di telinga Kasim Han dan pelayannya Yeolin, Hani. Tadi Kasim Han mendengar kaisar Wang Lee meminta maaf dan sekarang apa lagi, kaisarnya yang terkenal tidak memiliki hati itu berbicara dengan nada manja dengan permaisuri Yeolin. Benar-benar luar biasa untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara manja kaisar Wang Lee. "Hani, perempuan yang mulia. Bagaimana bisa anda cemburu dengannya." kata Yeolin kesal. "Tetap saja aku cemburu, sayang." kata kaisar Wang Lee sambil mendengus keras. Oh dewa, rasanya Yeolin benar-benar ingin mencakar wajah tampan suaminya. Dengan kesal kaisar Wang Lee Melepaskan dekapannya kaisar Wang Lee dan berjalan cepat kearah pelayannya dan menarik tangan pelayannya Hani.

BOOKMARK