Tambah Bookmark

26

Bab 25

Part 25 Author POV. Semilir angin menerpa wajah cantik Yeolin. Membuat kedua mata indahnya terpejam dengan sempurna. Sudut bibir Yeolin terangkat keatas membentuk senyum indah yang mampu menghipnotis kaum hawa saat melihat termaksud kaisar Wang Lee. "Bukankah taman ini indah Hani ?" Tanya Yeolin senang. Yeolin membalikan badannya saat telinganya tidak mendengar suara lembut Sahabat sekaligus pelayan setianya. Kening Yeolin berkerut bingung saat melihat wajah cantik Hani yang biasanya ceria kini terlihat sangat muram. Sudah dua hari Hani terus saja diam dan tidak ingin bicara pada siapa. "Hani, apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Yeolin khawatir. "Aku baik-baik saja, permaisuri." jawab Hani pelan. Hani meremas jari-jari tangannya gugup saat melihat tatapan tidak yakin dari Yeolin. Yeolin memekik kaget saat Hani tiba-tiba berdiri dari duduknya. "Maaf yang mulia permaisuri, saya harus pergi." kata Hani sambil melangkah cepat meninggalkan Yeolin dan juga beberapa pelayan yang menatapnya bingung. "Hani." panggil Yeolin dengan sedikit teriak. Yeolin mendelik kesal saat pelayan sekaligus sahabat baiknya itu tidak mengehentikan langkah kakinya yang justru semakin mempercepat langkahnya. "Bibi hun, tolong kasih tahu pada Kasim Han jika aku ingin bertemu dengan yang mulia." perintah Yeolin kesal. "Baik yang mulia permaisuri." jawab bibi hun sambil terkekeh geli. Dia tahu jika saat ini permaisuri Sedang marah. 􀀁􀀁􀀁 Mata tajam itu memperlihatkan deretan demi deretan kata di gulungan kertas miliknya dengan serius. "Yang mulia." panggil Kasim Han pelan takut mengaggu perkerja kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menggakat sedikit kepalanya. Menatap tajam kasimnya. Kasim Han merutuki kebodohannya yang berani mengaggu perkerja kaisarnya. "Ku harap kau membawa kabar ku ingin kan tapi jika kau membawa kabar yang buruk, kau tahu sendiri apa yang akan ku lakukan bukan Kasim Han." kata kaisar Wang Lee tenang tapi terdengar seperti bisikan kematian di telinga kasim Han. Pria paruh baya itu menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. "Permaisuri datang mengunjungi Anda, yang mulia." kata Kasim Han dengan suaranya sedikit bergetar. Tiba-tiba kaisar Wang Lee berdiri membuat jantung Kasim Han hampir saja jatuh ke perutnya. Kasim Han mengelus dadanya dengan mengulangi Kalimat yang sama, sabar...sabar. "Kenapa kau diam saja, kau membuat istri ku menunggu di depan." kata kaisar Wang Lee marah. Dengan cepat kaisar Wang Lee melangkah kakinya keluar dari ruang kerjanya. Hampir saja kaisar Wang Lee menebas leher pengawalnya dengan seenaknya saja menghalangi jalan istrinya. "APA YANG KALIAN LAKUKAN??" Teriak marah kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menarik pedangnya dan hampir saja menebas leher pelayannya sebelum telinganya mendengar suara lembut istrinya sedikit bergetar. "Yang mulia." panggil Yeolin lembut sambil mengelus tangan kekar kaisar Wang Lee berusaha meredahkan amarah suaminya. Kaisar Wang Lee menjatuhkan pedang di tangannya hingga menimbulkan suara dentuman keras. Dengan cepat kedua tangan kekar kaisar Wang Lee menarik tubuh kecil Yeolin kedalam dekapannya memeluk erat tubuh kecil. "Yang mulia." panggil Yeolin lembut sambil mengelus lembut rambut hitam panjang kaisar Wang Lee dan tentunya saja sukses membuat kaisar Wang Lee merasa tenang. "Hmmm…" jawab kaisar Wang Lee yang hanya berupa gumaman tidak jelas di telinga Yeolin. Yeolin terkekeh geli saat hidung mancung kaisar Wang Lee mengendus rakus di leher jenjangnya. "Yang mulia aku ingin bicara." kata Yeolin kesal. "Hmmm...bicara lah, sayang." balas kaisar Wang Lee cuek benar-benar membuat Yeolin emosi. "Yang mulia." panggil Yeolin sedikit berteriak dan juga mendorong bahu kekar kaisar Wang Lee dengan kuat. "Iya apa, sayang ?" Tanya kaisar Wang Lee gemas melihat wajah marah istrinya. Yeolin melotot horor pada kaisar Wang Lee. Bukannya takut kaisar Wang Lee justru tertawa lepas, membuat para pelayan serta penjaga di sana. "Maaf....maaf, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil memeluk erat tubuh kecil istrinya. Kaisar Wang Lee tidak tega melihat kedua mata indah istrinya itu sudah mulai berkaca-kaca, yang menandakan bahwa wanitanya itu akan segera menangis. "Usss... jangan menangis, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil mengelus lembut rambut serta punggung istrinya. "Ayo masuk ke ruang kerja ku, sayang." lanjut kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee menggakat dengan mudah tubuh istrinya dan membawanya berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya. Kaisar Wang Lee mendudukkan dirinya di sendiri sebelum mendudukkan istrinya di atas pangkuannya. "Sssst...jangan nangis lagi ya, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil menghapus sisa-sisa air mata di pipi istrinya. Yeolin merucutkan bibirnya kesal dan membuat wajahnya kesamping. Tingkah Yeolin benar-benar membuat kaisar Wang Lee gemas, hingga membuat kaisar Wang Lee mencubit pipi istrinya itu sedikit keras. "AW....sakit yang mulia." kata Yeolin bertambah kesal. "Hehe..maaf ya, sayang. Kamu sangat mengemaskan." kata kaisar Wang sambil terkekeh geli. "Jadi apa yang membawa mu kesini, sayang ?" Tanya kaisar Wang Lee lembut sambil mengelus lembut pipi Yeolin. "Hani aneh hari ini, yang mulia." kata Yeolin sedih. "Aneh…" ulang kaisar Wang Lee sambil menggakat satu alisnya. "Iya, yang mulia." kata Yeolin menggebu-gebu. Kaisar Wang Lee terkekeh geli. Dengan cepat kaisar Wang Lee mencuri kecupan di bibir istrinya. Yeolin menepis kasar tangan kekar kaisar Wang Lee yang sudah meraba-raba seluruh tubuhnya. "Baiklah... baiklah, bisa kita bahas itu nanti, sayang. Aku ingin berada di dalam diri mu sekarang." kata kaisar Wang Lee yang langsung saja memangut bibir tipis merah mungil milik Yeolin tanpa ingin mendengar penolakan dari istrinya Yeolin. Kaisar Wang Lee meremas lembut payudara sintal milik Yeolin dari balik baju sutra yang di kenakannya. Dengan perlahan tapi pasti kaisar Wang Lee menurunkan baju sutra milik istrinya. Hingga memperlihatkan kedua payudara sintal milik istrinya. "Hmmm." lenguh Yeolin pelan. Yeolin meremas kuat rambut hitam panjang kaisar Wang Lee, membuat gairah kaisar Wang Lee semakin memuncak tinggi. Kaisar Wang Lee mengeluarkan kejantanannya dari balik celana panjangnya tanpa mau repot-repot Melepaskan celananya. Dengan lembut kaisar Wang Lee membuka lebar-lebar kedua paha mulus Yeolin dan menurunkan celana dalamnya. Hingga memperlihatkan vaginanya yang sudah basah karena cairan kenikmatan milik istrinya. Tangan kekar kaisar Wang Lee mengarahkan kejantanannya yang sudah menegang sempurna kedalam lubang vagina Yeolin. "Ahhh...ishhh…" desis Yeolin sambil mendongkak kepada keatas menikmati sensasi saat kejantanan kaisar Wang Lee memasuki miliknya. Kaisar Wang Lee menggerakan kejantanannya secara perlahan, dia ingin lebih lama menikmati sensasi lubang vagina Yeolin. Tanpa mau terburu-buru seperti biasanya. Bibir mungil Yeolin tidak berhenti-henti mendesah nikmat sambil menyebut nama suaminya. Kaisar Wang Lee menundukkan kepalanya dan melumat rakus Payudara istrinya, hingga menimbulkan suara yang cukup keras hanya untuk sekedar di dengar oleh pelayan serta prajuritnya yang berada di luar ruang kerjanya. Kaisar Wang Lee memeluk erat tubuh kecil Yeolin sebelum menyemburkan semua spermanya ke dalam rahim Yeolin. Yeolin terkulai lemas di bahu kaisar Wang Lee sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan. 􀀁􀀁􀀁 "Hani." panggil suara berat seorang pria dari belakang tubuhnya. Hani membalikan badannya dan menatap bingung pelayan dari kediaman jenderal Yeol yang terlihat berjalan tergesa-gesa kearahnya. "Iya, Gege Hokjun." kata Hani lembut sambil tersenyum manis. Pria tampan yang di panggil Hokjun itu malas senyum manis Hani dengan senyum menawannya. "Ini, jenderal Yeol menyuruh ku untuk memberikan surat ini pada mu, Hani." kata Hokjun Sambil mengelus lembut rambut hitam panjang Hani, wanita yang sudah di anggap adik itu olehnya. Kening pria tampan itu menyerengit bingung saat tibatiba saja tubuh adik angkatnya itu menegang. "Terima kasih Gege." kata Hani sebelum berlari masuk kedalam kamar tidurnya. Hokjun menatap bingung adik kecilnya. "Kenapa Hokjun ?" Tanya suara lembut seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibunya. "Entah ibu, Hani bersikap aneh waktu dia menerima surat dari jendela Yeol." jawab Hokjun bingung. Chain terkekeh geli melihat wajah bingung putra semata wayangnya. "Mungkin Meimei mu lagi jatuh cinta Gege." kata chain ini lembut. Sedangkan Hokjun malah menatap ngeri ibunya. "Tidak boleh ibu. Meimei tidak boleh jatuh cinta pada jenderal Yeol, mereka berdua berbeda. Aku tidak mau Meimei mendapatkan masalah di kemudian hari ibu." jelas Hokjun. Jelas saja pria tampan itu tidak mengizinkan adik satusatunya menyukai atau bahkan lebih parahnya lagi mencintai jenderal Yeol yang sudah jelas-jelas berbeda kasta seperti mereka. Mereka hanya keluarga pelayan. Sedangkan jenderal Yeol dia dari keluarga terhormat dan serta keluarga bangsawan yang tertinggi di paksi Selatan. Chain mengelus lembut bahu lebar putranya. Dia sangat tahu apa yang di khawatir oleh putranya. Tapi siapa yang tahu jalannya takdir Tuhan yang dia berikan pada semua manusia. Manusia hanya mampu berencana tapi tidak dapat menentukan akhirnya. Jika tuhan menakdirkan putrinya untuk bersama dengan pria yang berbeda dengannya. Maka percayalah jika itu adalah takdir yang terbaik dari yang kuasa. 􀀁􀀁􀀁 Hani menutup pintu kamarnya dengan cukup keras, dengan air mata yang sudah mengalir deras di kedua pipi chubbynya. Hani menghapus air matanya sebelum tangannya yang gemetar membuka gulungan surat dari sang pujaan hati. cinta ku maaf aku belum dapat menemui mu, tugas negara yang ku emban tidak dapat aku tinggalkan. Aku berjanji akan langsung melamar mu saat diri ku sudah pulang nanti dengan membawa kemenangan untuk negara serta diri mu, tolong jaga cinta mu untuk sampai aku kembali nanti Aku mencintaimu mu, matahari ku Bertanda di bawah ini. Jenderal Yeol. Hani meremas kuat gulung surat di tangannya dengan rasa sakit di hatinya. "Kau meninggalkanku Setelah kau mendapatkan kegadisan ku serta harta berharga milik ku satu-satunya." kata Hani sambil menangis lebih kuat. "Kau benar-benar brengsek, aku membenci mu jenderal." lanjut Hani. Hani menjatuhkan tubuhnya ke lantai, hati benarbenar hancur hingga tidak tersisa. Pria yang satu-satunya yang paling di cintainya kini pergi meninggalkan dan Entah kapan kembali. Jika saja dia dapat mengulang waktu, maka dia tidak akan mau terbuai dengan sentuhan serta senyum manis jenderal Yeol. Pria berkuasa yang sudah membuat hatinya hancur, hingga membuat mengharapkan kematian datang menjemputnya saat ini juga.

BOOKMARK