Tambah Bookmark

29

Bab 28

Part 28 Author POV Rombongan jenderal Yeol memasuki gerbang istana. Senyum indah ibu suri berikan dengan tulus ke pada jenderal Yeol serta rombongan prajurit lauhan. Jenderal Yeol turun dari kuda besarnya dengan di ikuti oleh para prajurit kerajaan lauhan. "Selamat datang kembali jenderal." kata ibu suri lembut. "Terima kasih yang mulia." balas jenderal Yeol dengan membungkuk sedikit badan kekarnya. Mata tajam coklat madu milik jenderal Yeol menatap satu persatu orang yang datang menyambutnya. "Putra ku dan juga Yeolin tidak dapat menyambung kedatangan mu, jenderal. Sebab hari ini adalah hari pernikahan Putri keluarga Choi." kata ibu suri menyadari tatapan jenderal Yeol. "Keluarga Choi ?" Tanya jenderal Yeol bingung. "Iya benar, jika tidak salah namanya Hani." kali ini bukan ibu suri yang menjawab pertanyaan jenderal Yeol tapi putri Chuen adik perempuan kaisar Wang Lee. Perkataan putri Chuen sukses membuat tubuh jenderal Yeol kaku, bahkan otaknya tidak dapat mencerna perkataan putri chuen yang lainnya. Tanpa aba-aba jenderal Yeol berlari kekediaman keluarga Choi, bahkan dia tidak memperdulikan lagi teriak demi teriak orang-orang yang menyambut kedatangan tadi. Di otaknya serta hatinya sekarang hanya ada Hani, bagaimana bisa wanita itu mengkhianatinya dengan menikah dengan pria lain. Di saat hatinya sudah menjadi milik wanita itu. Tidak bagaimana pun caranya dia akan membuat, Hani. Menjadi milik, sekarang dan selamanya. Bahkan jika wanita menolaknya, dia tidak akan segan-segan mematahkan kedua kaki serta tangan Hani agar wanita itu selalu bergantung pada. Dadanya sesak saat kedua matanya melihat wanitanya begitu cantik dengan pakaian pengantin yang membalut tubuh indahnya. Tubuh yang menjadi candu baginya saat pertama kali merasakannya. Dengan langkah lebar menghampiri Hani yang sedang melakukan ritual pernikahan. "Kyyaa…" teriak keras Hani saat tiba-tiba saja tangannya di tarik paksa oleh seseorang. Bukan hanya itu saja, bahkan Hani harus meringis sakit saat lagi saat wajahnya membentur tubuh kekar berotot milik seorang pria. "APA YANG KALIAN LAKUKAN, BAGAIMANA BISA KALIAN MENIKAHKAN WANITA KU DENGAN PRIA LAIN…." Teriak murka jenderal Yeol. Semua orang yang berada di sana menundukkan kepalanya takut. Siapa yang tidak kenal dengan jenderal Yeol. Jenderal terkenal kejam sekaligus orang kepercayaan kaisar Wang Lee. Perintahnya hampir sama dengan Perintah seorang kaisar. Kekejamannya sudah merajalela di setiap sudut negera lauhan, bahkan sampai ke negera lain yang di luar kepemimpinan kaisar Wang Lee. "Ada apa ini ?" Tanya kaisar Wang Lee datar. Tidak ada ekspresi apapun di wajah tampan kaisar Wang Lee Membuat semua orang merasa cemas. Sedangkan Yeolin menatap bingung jenderal Yeol yang saat ini memeluk erat tubuh montok Hani. "Ada apa ini jenderal ?" Tanya kaisar Wang Lee dingin, ya teramat dingin hingga membuat semua orang yang di sana menggigil kedinginan, bukan karena angin musim dingin melainkan karena rasa takut yang teramat besar kepada kaisar Wang Lee. "Mereka sudah lancang menikah kan wanita ku dengan pria lemah itu, yang mulia." jawab jenderal Yeol tidak kalah dinginnya. Kaisar Wang Lee tahu jika saat ini jenderal sekaligus sahabat baiknya itu sedang sangat emosi. Apa lagi jika sudah menyangkut masalah wanita yang di cintainya. Tapi kaisar Wang Lee sama sekali tidak tahu jika Hani lah wanita yang di cintai oleh jenderal kerajaannya. "Penjarakan semua keluarga Choi." perintah jenderal Yeol dingin. PLAKK Suara tamparan menggema dengan keras. Membuat semua orang menatap tidak percaya seorang wanita cantik dengan nafas yang tidak beraturan yang menandakan emosinya. "Hani.." bisik pelan jenderal Yeol tidak percaya wanitanya berani menampar pipinya. Tidak terasa sakit tapi mampu membuat hatinya di remas rasa sakit yang mendalam. "KAU TIDAK BERHAK MEMPENJARAKAN MEREKA, APA BELUM CUKUP RASA SAKIT YANG KAU BERIKAN PADA KU, BRENGSEK!!!" Teriak marah Hani. Yeolin ingin melangkah menenangkan Sahabatnya tapi tangan kekar suaminya menghentikan langkah kaki kecil Yeolin. Membuat Yeolin tetap berdiri di depannya. "Sayang," panggil jenderal Yeol lembut sambil berusaha meraih tangan montok Hani. Hani menepis kasar tangan jenderal Yeol. Sedangkan jenderal Yeol sendiri lebih memilih untuk menghela nafasnya, berusaha mati-matian menahan emosinya agar tidak menyakiti hati wanitanya. "Saat kau sudah berhasil mengambil keperawanan ku, kau pergi begitu saja. Membuat harga diri ku terluka." Isak tangis Hani. Chuen menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Putri kesayangan sudah tidak suci lagi. Dan mengambil adalah jenderal negerinya sendiri. Bukan hanya Chuen yang kaget Yeolin bahkan merasa tulang-tulang kakinya tidak dapat menopang berat tubuhnya lagi. "KAU PRIA PALING BRENGSEK YANG PERNAH KU LIHAT!!" Teriak Hani lagi sebelum berlari pergi. "HANI…" Panggil jenderal Yeol kencang tapi tidak di hiraukan oleh Hani. PLAK Satu tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri jenderal Yeol. Kali ini bukan Hani yang menamparnya tapi permaisuri dari junjungannya sendiri. Yeolin menampar keras pipi jenderal Yeol. Hingga Dadanya naik turun karena luapan emosinya. Pria di depannya adalah pria yang sudah dengan lancangnya menyakiti hati serta melukai harga diri Sahabatnya. "Kau...kau berani-beraninya kau menodai kesucian sahabat ku." geram Yeolin. "Sayang, jangan marah-marah ya. Tidak baik untuk kesehatan anak kita." kata kaisar Wang Lee lembut. Yeolin menepis kasar tangan kekar kaisar Wang Lee sambil mendelik tajam membuat nyali dari kaisar yang terkenal kejam dan dingin itu menciut seketika. "Kau membelanya ?" Tanya Yeolin dengan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca. Kaisar Wang Lee jadi panik saat melihat emosi istrinya yang naik-turun tanpa di duga. Kadang-kadang marah dan kadang-kadang nangis. "SSst...Jangan nangis, sayang. Aku tidak akan membelanya, sayang. Kau boleh memukulnya sepuas hati mu nanti." kata kaisar Wang Lee lembut. Jenderal Yeol melotot pada kaisar Wang Lee dan di balas pelotot pula dari kaisar Wang Lee. Yang mau tidak mau membuat jenderal Yeol mengaggu patuh. "BOHONG...." Teriak Yeolin keras hampir saja membuat kaisar Wang Lee terjungkir kebelakang. "SSst....jangan teriak-teriak, sayang. Nanti anak kita marah, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut. "Tidur di luar…" balas Yeolin final dan tidak terbantahkan. "Tapi..." Perkataan kaisar Wang Lee terpotong oleh suara tegas Yeolin. "Tidak terima bantahan." lanjut Yeolin sinis. Dan mau tidak mau kaisar Wang Lee mengaggukan kepalanya pelan dan dengan tidak ikhlas. Yeolin mendelik tajam sebelum melangkah pergi dari pesta pernikahan Hani yang batal. Hokyun menatap penuh benci pada jenderal Yeol. Adik perempuannya menderita karena pria bangsawan yang tidak memiliki hati seorang jenderal Yeol. 􀀁􀀁􀀁 Sedangkan Hani menangis pilu di dalam kamarnya. Suara ketukan pintu kamarnya membuat Hani menghapus air matanya dengan kasar sebelum membuat pintu kamarnya. "Ibu…" lirih Hani. Wanita paruh baya itu menatap datar putrinya. Ada perasaan marah dan kecewa tapi saat melihat betapa kacaunya keadaan putrinya Membuat chuen tidak dapat memarahi putri kesayangannya. Hani menutup matanya, siap menerima kemarahan dari ibunya. Tapi bukannya kemarahan atau pukulan yang dia terima tapi pelukan hangat seorang ibu. Membuat Hani menangis keras di dalam pelukan nyaman ibunya. "Maaf ibu...maaf...aku mengecewakan mu…" Isak tangis Hani memenuhi seisi kamar tidurnya. "Tidak nak, kau tidak salah. Jangan menyalahkan diri mu sendiri." balas Chuen lembut sambil mengelus punggung putrinya. Chuen merenggangkan sedikit pelukannya, menghapus lembut sisa-sisa air mata di wajah cantik Putrinya. "Putri ibu jangan nangis. Nanti riasannya luntur." kata chuen dengan sedikit candaannya. "Hmmm..ibu apa pertunangan ku tetap di lanjutkan, Bu ?" Tanya Hani hati-hati. "Bodoh, tentu saja tidak. Pria tampan itu harus bertanggung jawab untuk mu dan juga calon cucu ibu yang mungkin akan hadir sebentar lagi" kata Chuen berapi-api. Kedua pipi chubby Hani memerah malu. Saat, saat mendengar kata 'cucu yang akan hadir sebentar lagi'. Hani menganggukkan kepalanya pelan dengan kedua pipinya yang memerah. 􀀁􀀁􀀁 Kaisar Wang Lee hanya mampu mengelenggelengkan kepalanya miris melihat jenderalnya yang terlihat sangat Frustasi. Sudah dua jam kaisar Wang Lee menemani jenderal sekaligus sahabatnya ini minum-minum di rumah kumpulan para gisaeng ( pelacur ). Sahabatnya itu benar-benar terlihat sangat Frustasi. Baru kali ini kaisar Wang Lee melihat jenderalnya uringuringan karena seorang wanita. Bahkan wanita adalah seorang pelayan. "Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak ingin kehilangannya. Aku sangat mencintainya Lee." kata jenderal Yeol frustasi. "Bukti, buktikan padanya jika kau benar-benar mencintainya." jawab kaisar Wang Lee datar. "Bagaimana caranya ?" Tanya jenderal Yeol bodoh, ya cinta membuat seseorang bodoh dan juga buta. Hingga rela melakukan apapun dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintanya. Kaisar Wang Lee mendengus kesal sambil meneguk arak di cawan kecilnya. Minuman itu mengalir mulus di tenggorokannya membuat pikiran menjadi ringan. "Melamarnya bodoh." jawab kaisar Wang Lee kesal. Jenderal Yeol tersenyum lebar, ya melamarnya dan mengikatnya menjadi milik selama-lamanya. Membuat Hani hanya menjadi miliknya. "Ya kau benar." kata jenderal Yeol. "Kau saja yang bodoh." balas kaisar Wang Lee datar membuat jenderal Yeol menggendus kesal. "Aku ingin pulang." kata kaisar Wang Lee tiba-tiba sambil berdiri dari duduknya. "Pulang?" ulang jenderal Yeol seperti mengejek kaisar Wang Lee. "Ya pulang, aku merindukan istri dan calon anak ku." kata sambil tersenyum lebar membayangkan senyum manis istrinya saat di pulang nanti. "Bukannya permaisuri tidak mengizinkan mu untuk tidur dengannya malam ini." kata jenderal Yeol seperti mengingatkan akan titah mutlak dari istrinya sekaligus hukuman yang menyiksanya. "Sialan kau Yeol, ini semua karena diri mu makanya aku tidak boleh masuk ke dalam kamar ku sendiri." maki kaisar Wang Lee kesal. Jika dia tidak ingat yang berada di hadapannya ini adalah Sahabat serta jenderalnya maka sudah sedari tadi kepala pria bermulut lancang itu di penggal. Kaisar Wang Lee mendengus kesal sambil melangkah keluar, kaisar Wang Lee memaki kesal saat telinganya mendengar suara tawa bahagia Sahabatnya sialnya itu.

BOOKMARK