Tambah Bookmark

31

Bab 30

Part 30 Author POV. Suara langkah kaki memecah keheningan di tengah malam kerajaan Lauhan. Suara langkah kaki yang terkesan terburuburu sama sekali tidak menganggu tidur para penghuni kerajaan Lauhan. Wanita itu berjalan dengan langkah tergesa-gesa sambil menutup wajahnya dengan jubah berwarna merah. Wanita itu menghentikan langkah kakinya telah di depan seorang muda. "Mana?" Tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka takut jika ada yang mendengar pembicaraan mereka nanti. "Ini, tapi ingat jangan ada yang tahu saat kau memberikan ramuan ini pada makanannya nanti." kata wanita cantik itu Sambil memperingati wanita lebih muda di hadapannya. "Ingat itu baik-baik." peringat wanita itu sebelum melangkah pergi dari sana. 􀀁􀀁􀀁 Kaisar Wang Lee menghela nafas sabar untuk sekian kalinya. Sudah ribuan rayuan dia ucapkan agar istri kecilnya itu mau makan. "Makan sedikit aja ya, sayang. Demi anak kita." bujuk kaisar Wang Lee lembut. Yeolin menundukkan kepalanya dan menatap perutnya yang masih rata. Bener kata kaisar Wang Lee anaknya harus makan walaupun ibu sedang tidak berserera makan. Dengan pelan Yeolin mengaggukan kepalanya membuat kaisar Wang Lee tersenyum lebar. Kaisar Wang Lee menyuapi Yeolin dengan sabar suapan demi suapan Yeolin terima dari kaisar Wang Lee. "Ini minum dulu, sayang." kata kaisar Wang Lee sambil memberikan segelas air pada Yeolin. Yeolin meminum air yang di berikan oleh kaisar Wang Lee hingga habis tak tersisa. "Akkkk…" teriak sakit Yeolin sambil memegang perutnya. "Ada apa, sayang ?" Tanya kaisar Wang Lee panik melihat istrinya berteriak kesakitan. "Perut ku sangat sakit, yang mulia." lirih Yeolin Sambil terus memeluk erat perutnya. Dengan cepat kaisar Wang Lee mengangkat tubuh kecil Yeolin. Berlari cepat kearah kamar mereka sambil berteriak-teriak memanggil Tabib istana. Kaisar Wang Lee bertambah panik saat melihat darah mengalir dari pangkal paha Yeolin hingga menetes ke setiap lantai. Kaisar Wang Lee membaringkan tubuh lemah Yeolin ke ranjang besar mereka. "TABIB!!!" Teriak kaisar Wang Lee Membuat tabib istana datang dengan tergesa-gesa. "Iya yang mulia." kata tabib istana takut. "Cepat periksa keadaan permaisuri," perintah kaisar Wang Lee. Tabib Jeong menganggukkan kepalanya pelan sambil memeriksa dengan teliti keadaan Yeolin. Tabib Jeong menundukkan kepalanya dalam-dalam dengan kedua bola matanya yang berkaca-kaca. "Maafkan saya, yang mulia. Permaisuri keguguran." kata tabib Jeong Membuat tubuh kaisar Wang Lee terjatuh lemas. Jenderal Yeol menghentikan langkah kakinya saat melihat kaisar Wang Lee menatap kosong pintu kamarnya. "Apa yang terjadi pada permaisuri ?" Tanya jenderal Yeol yang baru saja mendapatkan kabar dari salah satu pelayan di kediaman Yeolin. Hani menatap bingung calon suaminya dan balas gelengan kepala lemah dari jenderal Yeol. "Permaisuri keracunan dan menyebabkan keguguran." kata tabib Jeong pelan membuat Hani menangis keras. Jenderal Yeol merengkuh erat tubuh montok calon istrinya. Dia sangat tahu bahwa saat ini calon istrinya itu pasti sangat terguncang. Kaisar Wang Lee berdiri dengan membuat semua mata menatap sang kaisar. Dengan pelan kaisar Wang Lee melangkah masuk ke dalam kamarnya. Tatapan matanya kosong tanpa jiwa saat melihat tubuh lemah istrinya yang terbaring tidak berdaya. "Maaf....maaf...maaf aku tidak dapat melindunginya. Dia pergi dari kita, ini salah ku." Isak tangis kaisar Wang Lee sambil mengecup punggung tangan Yeolin berulang kali sambil terus mengucapkan kata maaf berulang-ulang. Sedangkan di depan pintu kamar jenderal Yeol menatap panglimanya dengan tajam. "Cari siapa pun orang yang sudah meracuni permaisuri." perintah jenderal Yeol pada panglimanya dan di balas anggukan kepala cepat oleh panglima Sehun. "Ini salah ku, seharusnya aku yang menyiapkan semua keperluan permaisuri." kata Hani dengan Isak tangisnya. "Ssst....ini bukan salah mu, sayang. Kita akan mendapatkan orang yang sudah meracuni permaisuri dan menghukumnya seberat mungkin." kata jenderal Yeol pasti. Ya pasti dia akan membuat orang yang sudah meracuni permaisuri mendapatkan hukuman mati. 􀀁􀀁􀀁 Selir Hubin tersenyum senang saat pelayan setianya membawa kabar tentang kegugurannya Yeolin. "Aku ingin perempuan itu mati aja." kata selir Hubin sedikit kecewa. "Tenang saja, nak. Dia pasti akan langsung gila saat mengetahui jika anak yang dia kandung sudah mati keguguran." kata perdana menteri barat sambil mengelus Surai lembut putri semata wayangnya. "Ya dan sebentar lagi aku yang akan melahirkan putra mahkota." kata selir Hubin Sambil mengelus lembut perut datarnya. Dia berharap dapat melahirkan benih dari kaisar Wang Lee. "Iya anak ku," balas Perdana menteri barat dengan senyum Sayangnya. "Di mana pelayan itu ayah ?" Tanya selir Hubin cemas. "Tenang saja nak, ayah sudah menyuruh pelayan itu pergi jauh dari kerajaan Lauhan. Jadi pasti tidak akan ada yang menangkapnya." kata perdana menteri barat membuat selir Hubin tersenyum lega. 􀀁􀀁􀀁 Kaisar Wang Lee masih terduduk lemah di samping ranjang istrinya. Tatapan matanya masih kosong. Dengan pelan kaisar Wang Lee merangkak naik keatas ranjang. Merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Kedua tangan kekarnya merengkuh dengan sempurna tubuh mungil serta rapuh milik istrinya itu. Kaisar Wang Lee menggakat sedikit kepada Yeolin dan menjadi tangannya sebagai bantal untuk istrinya Sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk mengelus lembut perut rata istrinya. Di sana, seharusnya di sana anaknya akan tumbuh dan berkembang menjadi calon kaisar lauhan yang baru jika saja putranya tidak di ambil secara paksa olehnya. "Maafkan ayah karena tidak dapat melindungi mu dan juga ibu mu nak." kata kaisar Wang Lee lirih. Dia benar-benar menyesal. Seharusnya dia tidak menyuapi Yeolin makan saat itu, maka pasti anak mereka akan tetap hidup hingga saat ini. "Maaf...maaf kan aku, sayang." bisik lirih kaisar Wang Lee sebelum ikut tenggelam dalam mimpi bersama istrinya. 􀀁􀀁􀀁 Yeolin menggeliat pelan dalam dekapan hangat suaminya. Rasa sakit di tubuh serta perutnya Membuat Yeolin berteriak kecil. Kaisar Wang Lee tersentak kaget saat telinganya mendengar suara Teriakan istrinya. Rasa panik serta khawatir tiba-tiba saja melanda hatinya saat melihat Yeolin terlihat begitu kesakitan sambil memegang erat perutnya. "Anak ku, yang mulia. Bagaimana anak ku ?" Tanya Yeolin lemah membuat sekujur tubuh kaisar Wang Lee menegang kaku. Bagaimana cara dia memberi tahu tentang anak mereka yang sudah tidak ada. "Mana anak ku, yang mulia ?" Tanya Yeolin lagi dengan sedikit berteriak. "Maaf...maaf aku, sayang. Anak kita tidak dapat bertahan." kata kaisar Wang Lee pelan. Bagaikan seribuan jarum yang menusuk langsung ke hatinya. Anak pergi, anak sudah tidak ada lagi. Kata-kata itu terus saja tergiyang di kepalanya. Anaknya yang sudah di nanti-nanti dan sekarang dengan mudahnya di rampas begitu saja olehnya. Yeolin menatap kosong langit-langit kamarnya, seakan-akan jiwa ikut pergi saat anak mereka pergi. "Maaf....sayang, maafkan aku." Isak kaisar Wang Lee sambil memeluk erat tubuh kecil istrinya. SREK Suara pintu terbuka Membuat kaisar Wang Lee melepaskan pelukannya tanpa mau menatap siapa ya orang yang sudah membuat pintu kamarnya. Tanpa dia lihat pun dia sudah tahu siapa yang memasuki kamar tidurnya. "Yang mulia, saya sudah menangkap pelayan yang sudah meracuni permaisuri." kata jenderal Yeol membuat kaisar Wang Lee langsung menatapnya. "Dimana wanita itu." desis kaisar Wang Lee penuh amarah. "Dia berada di penjara bawah tanah, yang mulia." jawab jenderal Yeol. Kaisar Wang Lee berjalan ke sisi kiri ranjang mengambil pedang sambil berjalan melewati jenderalnya begitu saja. Jenderal Yeol mengikut langkah kaki kaisar Wang Lee dia sangat tahu kemana kaisar Wang Lee akan pergi dan benar saja kaisar Wang Lee pergi ke penjara bawah tanah. Kaisar Wang Lee dapat melihat dengan jelas seorang wanita yang meringkuk ketakutan di dalam sel dingin dengan tubuh penuh darah. "Siapa yang menyuruh mu membunuh anak ku?" desis kaisar Wang Lee dingin. Wanita muda itu meringkuk semakin dalam. Saat mendengar suara dingin kaisar Wang Lee. "JAWAB!!" Teriak kaisar Wang Lee marah membuat beberapa tahanan yang berada di sana merenggut takut. "Yang mu-lia selir Hu-bin dan ju-ga per-dana mentri da-rat, kai-sar." cicit wanita pelan tapi masih dapat di dengar oleh kaisar Wang Lee dan juga jenderal Yeol. Kaisar Wang Lee mengeram marah. "Geledah kediaman selir Hubin dan juga Perdana menteri barat. Cari semua bukti yang memberatkan mereka." perintah kaisar Wang Lee datar. "Baik yang mulia." jawab jenderal Yeol. Jenderal Yeol memerintahkan seluruh prajurit kerajaan lauhan untuk mengeledah kediaman selir hubin. 􀀁􀀁􀀁 BRAKKK Suara pintu yang di geser dengan keras membuat semua pelayan dan juga selir Hubin tersentak kaget. "Geledah semua…" Perintah panglima Sehun. "APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak marah selir Hubin. "Maaf yang mulia selir Hubin. Saya hanya menjalankan perintah dari kaisar Wang Lee." jawab panglima Sehun santai membuat wajah selir hubin semakin memerah marah. Semua prajurit kerajaan lauhan memeriksa dengan teliti Setiap sudut kamar selir hubin. "Kami menemukan racun yang di maksud oleh tabib Jeong yang, panglima." kata salah satu prajurit sambil menyerahkan guci kecil. Semua wajah pelayan selir Hubin pucat bahkan selir Hubin sendiri hampir saja jatuh pingsan jika saja tidak di tahan oleh pelayan setianya. "Bawa mereka semua." Perintah panglima Sehun membuat selir Hubin memberontak. Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman Perdana menteri barat juga tidak kalau kacaunya. Jenderal Yeol menyeret paksa tubuh perdana menteri barat. Sedangkan pria paruh baya itu hanya dapat mendesah lelah. Dia tahu bahwa cepat atau lambat pasti semua kejahatan serta putrinya akan terbongkar juga. Dia hanya tidak menyangka jika kejahatannya akan terbongkar dengan sangat cepat. Sekarang dia hanya dapat berdoa semoga putrinya tidak mendapatkan masalah apapun.

BOOKMARK