Tambah Bookmark

32

Bab 31

Part 31 Author POV Selir Hubin menatap tajam jenderal Yeol serta panglima Sehun dan di balas tatapan dingin dan datar oleh kedua orang kepercayaan kaisar Wang Lee. Jenderal Yeol mengeluarkan gulungan kertas dari balik jubah kebesarannya. "SELIR HUBIN TERBUKTI MELAKUKAN KEJAHATAN SERTA PEMBUNUHAN BERENCANA TERHADAP PERMAISURI YEOLIN!!" Teriak keras jenderal Yeol mengema di seluruh ruang persidangan. "ITU TIDAK BENAR, PERMAISURI YEOLIN MEMFITNAH KU!!" Balas teriak selir Hubin tidak kalah kerasnya. Wajah jenderal Yeol memerah marah hingga suara gemerutuk gigi terdengar sangat jelas di telinga para prajurit kerajaan Lauhan. "BAWA WANITA ITU KESINI!!!" Teriak jenderal Yeol marah. Dua orang prajurit membawa wanita muda, Melemparnya tepat di depan jenderal Yeol dan panglima Sehun. Jenderal Yeol menyerigai kejam saat melihat dengan jelas kilatan takut di kedua bola mata selir Hubin. "Bagaimana sekarang, yang mulia selir Hubin ?" Tanya jenderal Yeol dengan nada mengejeknya yang sangat kentara. Selir Hubin menggeram kesal sambil memandang penuh benci pada jenderal Yeol serta panglima Sehun yang menatapnya rendah. "Brengsek kalian semua, aku akan mengadukan kalian semua pada kaisar." kata Selir hubin membuat jenderal Yeol dan panglima Sehun tertawa mengejek. "Mengadukan pada kaisar Wang Lee. Kau pikir dia akan membela orang yang sudah membunuh anaknya, jangan bercanda, yang mulia selir Hubin." balas jenderal Yeol membuat wajah cantik selir Hubin semakin memerah marah. Suara langkah kaki seseorang menghentikan selir Hubin yang akan mengeluarkan suaranya lagi. Senyum lebar terbit dengan indah di kedua sudut bibir selir Hubin saat matanya melihat kaisar Wang Lee yang berjalan dengan langkah pelan tapi pasti sambil membawa pedang kesayangannya. Jenderal Yeol dan panglima serta prajurit kerajaan lauhan berlutut hormat pada kaisar Wang Lee yang menatap dingin siapa saja yang berada di hadapannya. Kaisar Wang Lee menatap tajam wajah para pejabat serta selir Hubin dan juga pelayan setianya. "Yang mulia." panggil jenderal Yeol. "Hukum mati mereka semua." perintah kaisar Wang Lee tanpa memperdulikan tatapan mata selir Hubin yang menatapnya tidak percaya. "Baik yang mulia." balas jenderal Yeol sambil menyeringai kejam. Tidak ada belas kasih untuk mereka semua saat ini. Yang ada hanya kebencian serta kemarahan di tatapan mata kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee membalikan tubuh tanpa memperdulikan tatapan terluka selir Hubin. "KAU TIDAK BISA MELAKUKAN HAL ITU PADA PUTRI KU, YANG MULIA" Teriak keras perdana menteri barat. "KENAPPA AKU TIDAK BISA!! KALIAN SUDAH MEMBUNUH CALON ANAK KU" Balas teriak murka kaisar Wang Lee Membuat semua orang yang berada di sana terdiam seribu kata. "Penggal kepala mereka semua." desis kaisar Wang Lee sebelum melangkah pergi dari sana. Teriakan sakit serta tangisan memilukan dari semua orang yang di siksa oleh prajurit serta orang kepercayaannya tidak dapat menghentikan langkah kaki kaisar Wang Lee. 􀀁􀀁􀀁 Kaisar Wang Lee tersenyum miris melihat Hani yang terus membujuk istrinya agar mau makan. Kaisar Wang Lee melangkah mendekati ranjang yang di tempat oleh istrinya. Kaisar Wang Lee memberikan kode untuk Hani pergi dan di balas anggukan kepala pelan oleh pelayan setia istrinya. "Sayang. Aku merindukan mu." panggil kaisar Wang Lee mesra sambil memeluk erat sisi tubuh Yeolin. "Aku sudah menghukum mereka yang sudah membunuh calon anak kita, sayang." bisik lirih kaisar Wang Lee di telinga Yeolin. Membuat Yeolin menatap kaisar Wang Lee bingung. "Apa anda sudah benar-benar menghukum mereka semua, yang mulia ?" Tanya Yeolin pelan dan di jawab anggukan kepala pasti oleh kaisar Wang Lee. Yeolin memeluk erat tubuh kaisar Wang Lee, menangis keras di dada bidang sang suami. Kaisar Wang Lee hanya membalas pelukan erat istrinya sambil sedikit menghapus air matanya tiba-tiba saja terjatuh. Kaisar Wang Lee Melepaskan lembut tubuh istrinya menghapus sisa-sisa air mata di kedua pipi tirus istrinya. Kaisar Wang Lee tersenyum kecut melihat betapa kurusnya tubuh istrinya. "Tidurlah, sayang. Aku akan tetap berada di samping mu saat nanti kamu membuka mata mu nanti, sayang." kata kaisar Wang Lee lembut sambil membaringkan tubuh Yeolin dengan lembut ke ranjang. Kaisar Wang Lee menatap lekat wajah serta tubuh istrinya sebelum merebahkan tubuhnya di samping istrinya, Yeolin. 􀀁􀀁􀀁 Hani menghelai nafas untuk kesekian kalinya. Sambil menatap nanar pintu kamar Yeolin. "Kamu kenapa, sayang ?" Tanya jenderal Yeol mengagetkan Hani. Hani mendelik kesal kepala calon suaminya yang malah tertawa kecil, wajah marah Hani terlihat begitu menggemaskan di matanya. "Aku tadi nanya kenapa kamu, sayang ?" Ulang jenderal Yeol gemas. "Aku hanya sedih melihat permaisuri yang terlihat sangat terpukul." jawab Hani pelan membuat jenderal Yeol menghelai nafas. "Kamu tenang saja, sayang. Aku sudah menghukum semua orang yang sudah menyakiti permaisuri dan juga diri mu, sayang." kata jenderal Yeol membuat kening Hani berkerut bingung. "Maksudnya ?" Tanya Hani bingung. "Nanti kamu akan tahu, sayang" kata jenderal Yeol dengan serinyai kejamnya. 􀀁􀀁􀀁 Seluruh istana gempar dengan berita eksekusi perdana menteri barat dan selir Hubin serta para anak buah yang mendukung mereka. Hukum mati Membuat para Perdana menteri yang mendukung menteri barat pun menjadi gusar. "Yang mulia." panggil jenderal Yeol pelan pada kaisar Wang Lee yang masih setia memeluk erat tubuh Yeolin. Sedangkan di belakang jenderal Yeol ada Kasim Han dan panglima Sehun yang berdiri di belakangnya. "Hmmm…." gumam kaisar Wang Lee. "Para Perdana menteri mengajukan naik banding untuk perdana menteri barat serta selir Hubin." kata jenderal Yeol Membuat kaisar Wang Lee Membuka matanya dan menatap tajam jenderal Yeol. Kaisar Wang Lee melepaskan pelukannya dari tubuh Yeolin dengan pelan takut menganggu tidur nyenyak istrinya. "Dimana mereka ?" Desis kaisar Wang Lee dingin. "Di ruang pertemuan, yang mulia." jawab jenderal Yeol santai. Kaisar Wang Lee melangkah keluar dari dalam kamar dan berjalan dengan langkah lebar kearah ruang pertemuan. Kaisar Wang Lee menatap tajam satu persatu Perdana menterinya. "Apa yang kalian mau ?" Tanya kaisar Wang Lee menatap datar perdana menterinya. "KAMI MOHON ANDA MENGAMPUNI PERDANA MENTERI BARAT SERTA SELIR HUBIN YANG MULIA." Teriak mereka semua "Ah..saya rasa kalian juga ingin merasakan tiang gantungan bukan ?" Tanya kaisar Wang Lee Sambil menyerigai kejam. Membuat semua wajah perdana menterinya pucat. "Jadi ada lagi di antara kalian yang ingin Perdana menteri barat serta selir Hubin untuk di ampuni." kata kaisar Wang Lee datar. Sunyi, tidak ada satu pun Perdana menterinya yang bersuara membuat kaisar Wang Lee melangkah keluar dari ruang pertemuan dan berjalan balik kearah kamarnya. Kepala Perdana menteri barat serta selir Hubin dan juga pengikutnya di gantung di alun-alun negara Lauhan. Membuat siapa saja dapat melihatnya. Kejahatan Perdana menteri barat serta selir Hubin sudah terdengar dengan jelas di telinga para rakyat kerajaan Lauhan serta istana. Tapi tidak sampai ke telinga Yeolin. Karena kaisar Wang Lee sangat menghindari agar istrinya itu mendengar kejamnya kematian Perdana menteri barat serta selir Hubin. 􀀁􀀁􀀁 Sudah seminggu sejak kejadian itu. Setidaknya istana sudah kembali tenang seperti semula. Kaisar Wang Lee menghirup tubuh Yeolin Sambil memeluk erat tubuh istrinya itu di atas ranjang besar mereka. "Aku ingin punya anak lagi, yang mulia." kata Yeolin tiba-tiba membuat kaisar Wang Lee terlonjak kaget. Kaisar Wang Lee menatap geli istrinya itu. "Iya nanti kita buat, kalau tabib sudah bilang jika kamu boleh punya anak lagi ya, sayang." bujuk kaisar Wang Lee lembut membuat Yeolin tersenyum bahagia sambil mengaggukan kepalanya pelan. Jika kalian bertanya apa dia masih sedih saat kehilangan anak mereka jawabannya adalah iya. Yeolin bahkan sering menangis tanpa kaisar Wang Lee ketahui. Yeolin tidak ingin membuat kaisar Wang Lee panik dan Frustasi melihat dirinya yang terus menerus diam. Bahkan kabar tentang kejahatan serta hukuman perdana menteri barat serta selir hubin pun Yeolin tahu bahwa mereka lah yang membunuh anaknya. Bahkan dia juga tahu jika kaisar Wang Lee sengaja menutupi-nutupinya. "Aku mencintaimu, sayang. Sangat mencintai mu." kata kaisar Wang Lee lembut membuat Yeolin menatap tidak percaya kaisar Wang Lee. "Aku juga mencintaimu mu, yang mulia." balas Yeolin dengan isak tangis bahagianya. Kaisar Wang Lee mempererat pelukannya pada tubuh kecil Yeolin menghujaninya dengan kecupan-cupan manis membuat Yeolin terkekeh geli. 􀀁􀀁􀀁 Selalu ada terang saat gelap. Itu yang terjadi di istana lauhan Sekarang. Setelah cukup lama para penghuni istana lauhan menangis pilu kini mereka semua dapat tersenyum lebar. Saat melihat wanita cantik dengan balutan gaun pengantin yang melekat sempurna di tubuh montoknya. Ya hari ini adalah hari pernikahan jenderal Yeol dengan Hani. Yeolin tersenyum senang melihat Sahabatnya sekaligus pelayan setianya itu terlihat malu-malu saat melakukan ritual pernikahan. Suara tepuk tangan serta teriak meriah para tamu menjadi penutup terakhir acara pernikahan jenderal Yeol dengan Hani. "Selamat, Hani." bisik Yeolin Sambil memeluk erat tubuh montok Hani. "Terima kasih yang mulia permaisuri." kata Hani sambil membalas pelukan erat Sahabatnya. "Semoga kalian cepat mendapatkan anak." kata kaisar Wang Lee. "Terima kasih yang mulia." kata Hani dan jenderal Yeol bersamaan. Mereka berempat tertawa bahagia setelah cukup lama menangis. Yeolin tersenyum senang melihat Sahabatnya bahagia dengan pria yang mencintainya. Tiba-tiba saja Yeolin memeluk erat pinggang kekar kaisar Wang Lee Sambil menghirup aroma tubuh kaisar Wang Lee. Kaisar Wang Lee mengelus lembut rambut hitam panjang Yeolin sambil memberikan kecupan-cupan ringan di atas kepala istrinya itu. 'Jika seseorang ingin bahagia maka mereka harus merasakan terlebih dahulu rasa sakit. Karena rasa sakit yang menggajarkan orang lain untuk berkuat dan menjadi pemaaf kesalah orang lain' 'Besar-kecilnya dosa bukan dari Kesalahannya tapi dari belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadikannya sebuah kebiasaan yang buruk' 'Saat kau mencintai orang lain jangan memaksa mereka untuk mencintai diri mu juga tapi ajarilah dia caranya mencintai mu' 'keserakahan tidak akan membawa ku kepada kebahagiaan tapi hanya sebuah kehancuran tanpa ujung. Karena manusia tidak akan pernah puas dan bersyukur dengan apa yang di berikan oleh oleh yang kuasa' ~ End~

BOOKMARK